News / Nasional
Rabu, 09 September 2015 | 20:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat bersama para pelajar di momen Ujian Nasional (UN) 2015 lalu, di SMKN 27 Jakarta. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hanya senyam-senyum kepada usulan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang memintanya membubarkan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

"Presiden juga nggak ngomong apa-apa tadi. Senyum-senyum saja," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Ahok bertemu dengan Jokowi ketika  menghadiri acara Groundbreaking Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek di TMII, Jakarta Timur.

Mantan Bupati Belitung Timur itu bahkan tak mempermasalahkan dengan tanggapan dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani yang beranggapan akan melanggar undang-undang apabila Jokowi membubarkan IPDN.

"Biasa saja (atas respons dari Menteri Puan dan Tjahjo)," kata Ahok.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat (4/9/2015) lalu, Ahok menuding lulusan IPDN banyak yang pekerjaannya cuma mengumpulkan duit untuk menyogok oknum jaksa.

Hal itu pula yang membuatnya mengusulkan kepada Presiden RI Joko Widodo untuk membubarkan IPDN.

Kendati demikian,  Ahok menegaskan, usulan untuk membubarkan IPDN lantaran sekolah tersebut sudah tidak lagi diperioritaskan untuk menjadi lurah, camat, wali kota atau bahkan strukturalnya di pemerintahan.

Hal tersebut, kata Ahok, menyusul adanya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pasalnya, UU tersebut memberikan kesempatan yang sama buat lulusan swasta untuk menjadi pamong praja.

"Nah konsep UU ASN adalah membuat seluruh kantor pemerintah itu seperti swasta atau bank, makanya kami begitu masuk dan Pak Jokowi mau mengubah kantor camat itu seperti bank," tambah Ahok.

Load More