Suara.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hanya senyam-senyum kepada usulan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang memintanya membubarkan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
"Presiden juga nggak ngomong apa-apa tadi. Senyum-senyum saja," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/9/2015).
Ahok bertemu dengan Jokowi ketika menghadiri acara Groundbreaking Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek di TMII, Jakarta Timur.
Mantan Bupati Belitung Timur itu bahkan tak mempermasalahkan dengan tanggapan dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani yang beranggapan akan melanggar undang-undang apabila Jokowi membubarkan IPDN.
"Biasa saja (atas respons dari Menteri Puan dan Tjahjo)," kata Ahok.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat (4/9/2015) lalu, Ahok menuding lulusan IPDN banyak yang pekerjaannya cuma mengumpulkan duit untuk menyogok oknum jaksa.
Hal itu pula yang membuatnya mengusulkan kepada Presiden RI Joko Widodo untuk membubarkan IPDN.
Kendati demikian, Ahok menegaskan, usulan untuk membubarkan IPDN lantaran sekolah tersebut sudah tidak lagi diperioritaskan untuk menjadi lurah, camat, wali kota atau bahkan strukturalnya di pemerintahan.
Hal tersebut, kata Ahok, menyusul adanya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pasalnya, UU tersebut memberikan kesempatan yang sama buat lulusan swasta untuk menjadi pamong praja.
"Nah konsep UU ASN adalah membuat seluruh kantor pemerintah itu seperti swasta atau bank, makanya kami begitu masuk dan Pak Jokowi mau mengubah kantor camat itu seperti bank," tambah Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya