Suara.com - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh menegaskan di hadapan para kadernya untuk total dalam memenangkan usungan Nasdem di pemilihan kepala daerah karena kalau tidak dipersilahkan untuk mencari partai lain.
"Siapapun, mau dia legislator, pengurus atau bukan pengurus yang berstatus sebagai kader agar total dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap partai karena kalau tidak, silahkan mencari partai lainnya," tegasnya saat memimpin Rapat Kerja Wilayah Partai Nasdem Sulsel di Makassar, Rabu (9/9/2015).
Surya Paloh mengingatkan kepada semua kadernya agar mengesampingkan kepentingan pribadi dalam pemilihan kepala daerah dan bisa total dalam membantu Nasdem mencapai targetnya.
"Kita telah mengantarkan para calon ke pintu gerbang pilkada. Kalau kita bersatu, tumbuh dengan dedikasi, semangat, percaya diri dan kerja keras, bolehlah kita berharap pemenang pilkada adalah Nasdem," katanya saat mengumpulkan semua pasangan calon usungan Nasdem.
Surya Paloh mengatakan, Nasdem sebagai partai baru akan memanfaatkan pilkada serentak tahun ini sebagai pijakan langkah besar dalam memenangkan pilkada sebanyak-banyaknya.
Lewat kemenangan di pilkada diharapkan Nasdem tumbuh sebagai kekuatan utama politik untuk mewujudkan perubahan positif di masyarakat. Karenanya, tidak ada pilihan selain mengamankan sebanyak-banyaknya posisi kepala daerah.
Pada 11 pilkada di Sulsel tahun ini, mayoritas kandidat usungan Nasdem berasal dari kalangan yang bukan kader. Paloh menganggap hal tersebut berdasarkan perhitungan rasional, di mana figur yang ditunjuk merupakan yang orang yang dianggap paling berpeluang menang.
"Singkirkan dulu perasaan seperti itu. Kalau dia kader sejati, nanti akan memahami keputusan kita. Kalau tidak, silakan cari partai lain. Nasdem adalah partai baru yang harus dipahami oleh semuanya," jelasnya.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Willy Aditya menyatakan bahwa minimnya pengusungan kader pada pilkada bukan berarti proses kaderisasi tidak berjalan. Itu disebut sebagai bagian dari proses mematangkan denyut nadi demokrasi yang sifatnya partisipatif. Partai terbuka kepada putra dan putri Indonesia yang terpanggil untuk berjuang bersama.
"Nasdem diumpamakan sebagai bus kota, Puskesmas, yang free access. Menjadi domain publik. Partai tidak lagi menjadi milik kelompok sendiri, klan sendiri. Kami berupaya memperbaiki sistem partisipasi politik," kata Willy. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
-
Ajang 'Pajang CV' Cari Jodoh: Fenomena Cindo Match di Mall of Indonesia
-
Hujan Deras Bikin 10 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang
-
Gus Yahya Bantah Tunjuk Kembali Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Hujan Deras Genangi Jakarta Barat, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
-
Alasan Kesehatan, 5 Terdakwa Korupsi Pajak BPKD Aceh Barat Dialihkan Jadi Tahanan Kota
-
Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Ini 5 Kebiasaan yang Kini Bisa Dipidana oleh KUHP Nasional
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok, Ini 7 Fakta Terkini