Suara.com - Hari ini, sedikitnya 2.300 guru honorer dari berbagai daerah di Indonesia nglurug ke Jakarta. Mereka demonstrasi di sejumlah lembaga tinggi negara, di antaranya DPR/MPR, untuk menyampaikan aspirasi.
Tuntutan para guru honorer yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia itu, antara lain agar pemerintah meningkatkan kesejahteraan dan mengangkat mereka menjadi pegawai negeri sipil.
Salah satu guru honorer yang ikut demo bernama Supatmi. Dia salah satu guru honorer SDN Gempol 2, Blora, Jawa Timur.
Kepada Suara.com, Supatmi bercerita. Berangkat dari Blora pada Senin (14/9/2015) sekitar pukul 12.00 WIB dan baru sampai di depan gedung DPR bergabung dengan rekan-rekannya hari ini, Selasa (15/9/2015) sekitar jam 09.00 WIB.
Supatmi menjadi guru honorer sejak usia 25 tahun. Berarti sampai sekarang dia sudah mengabdi menjadi pendidik selama 13 tahun.
Awal menjadi guru, dia mendapat honor Rp25 ribu perbulan. Alhamdulillah, sekarang, honornya baru Rp150 ribu perbulan.
"Kedatangan saya ke sini ikut menuntutnya MenPAN-RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi). Katanya mau menjadi PNS secara bertahap. Tapi belum ada realisasinya. Harapan saya diperbarui aturan itu, jadi PNS jangan yang punya ijasah S1 saja. Saya cuma lulusan Spg. Itu Sekolah Pendidikan Guru, kalau sekarang sedrajat dengan SMA," ujar Supatmi.
Saat ditemui Suara.com, perempuan berkerudung dan bersandal jepit itu sedang duduk di atas aspal untuk istirahat sejenak.
Supatmi berangkat ke Jakarta dengan modal semangat untuk membantu mendorong pemerintah mau mengubah nasib guru honorer.
Setelah keluarga mendukung, khususnya suami yang bekerja sebagia tukang bangunan dan anak, Supatmi dengan penuh optimistme berangkat ke Ibu Kota.
"Ke sini ongkosnya Rp300 ribu, itu uangnya dari jualan ayam, ya saya punya satu-dua ayam, terus sisanya cari utangan. Keluarga juga sudah ngizinin semua, demi masa depan," ujar dia.
Sekitar jam 11.00 WIB atau setelah demonstrasi di depan gedung DPR/MPR, para guru honorer jalan kaki ke arah kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jalan Jenderal Sudirman.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!
-
Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun
-
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional
-
Borong Perhiasan di Passion Jewelry, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback hingga Rp5 Juta!
-
Perkuat Lini Serang, Kendal Tornado FC Rekrut Winger Jepang Yushi Yamaya
-
DPR Dinilai Gagal Awasi Pemerintah, 15 Akademisi Bentuk Kabinet Bayangan
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta