Suara.com - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang menerangkan, Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyas harus memberikan klarifikasi terkait anggaran perjalanan dinas rombongan DPR ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Winantuningtyastiti akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan pelanggaran etika Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat bertemu pengusaha Donald Trump di Amerika Serikat.
Sebab, sambung dia, dalam dokumen terkait jadwal dan anggaran perjalanan itu disebutkan anggarannya mencapai Rp2,5 miliar lebih untuk perjalanan 20 orang.
"Ini kan jumlahnya Rp2,5 miliar untuk 20 orang. Ini yang harus kita klarifikasi dari mana anggarannya," kata Junimart di DPR, Jakarta, Rabu (16/9/2015).
Hari ini, Winantuningtyastiti tidak hadir dalam pemeriksaan MKD. Politisi PDI Perjuangan ini pun keberatan dengan ketidakhadiran Winantuningtyastiti.
"Saya keberatan dengan surat dari Sekjen ini. Tidak hadirnya Sekjen dengan alasan rapat konsultasi antara Sekjen dan Pimpinan (DPR). Dan, pemanggilan Sekjen harus izin pimpinan (DPR)," kata Junimart.
Menurutnya, dengan alasan ini, berarti MKD tidak independen karena tergantung izin pimpinan DPR. Dalam artian, MKD baru bisa bekerja ketika ada izin dari pimpinan DPR. Sementara, pimpinan DPR adalah pihak terlapor.
"MKD harus bebas aktif dan tidak dipengaruhi," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
Terkini
-
Sebelum Lakukan Pemutihan Utang BPJS, Pemerintah Ingin Pastikan Hal Ini
-
Kendalikan Banjir, Pramono Anung dan Andra Soni Sepakat Bangun Waduk Polor
-
Prabowo Undang Eks Menlu dan Wamenlu ke Istana, Bahas Geopolitik dan BoP
-
Siswa SD Akhiri Hidup: Menko PM Minta Pejabat Peka, Masyarakat Lapor Bila Sulit Ekonomi
-
Lama Sekolah di Luar Negeri, Stella Christie Belajar Membaca Perbedaan Sistem Pendidikan Global
-
Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Gara-Gara Jawaban Rapat Disampaikan Via Medsos
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
Ralat Pernyataan, Kodam IV/Diponegoro Minta Maaf dan Akui Pria yang Foto dengan Anies Anggota Intel
-
Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Herman: Demokrat Masih Fokus Sukseskan Program Presiden
-
Kuasa Hukum Sibuk, Habib Bahar Batal Diperiksa Kasus Penganiayaan Anggota Banser