Suara.com - Jamaah calon haji Indonesia diimbau agar waspada ketika menggunakan transportasi umum, khususnya taksi, di Mekkah, Arab Saudi, menyusul Bus Shalawat yang mulai 19 September berhenti operasi sementara sampai 28 September, setelah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).
"Tidak hanya soal tarif yang melonjak, jamaah harus waspada terhadap kriminalitas di sana," kata Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M, Letkol Jaetul Muchlis Basyir, di Mekkah, Arab Saudi, Sabtu.
Ia mengatakan setelah fasilitas bus setiap negara penyelenggara haji dilarang beredar oleh Pemerintah Arab Saudi, menjelang puncak haji di Arafah pada 23 September, angkutan umum menjadi andalan jamaah untuk tetap melaksanakan ibadah dari pemondokan ke Masjidil Haram.
"Tarif taksi misalnya yang biasanya hanya sekitar 20 riyal (sekitar Rp80 ribu), melonjak sampai 50 riyal (sekitar Rp200 ribu)," katanya.
Muchlis mengatakan transportasi umum di Mekkah cukup banyak, namun biasanya yang bisa langsung tiba dekat pemondokan adalah taksi, baik taksi resmi maupun taksi gelap.
"Di situ kadang menimbulkan kerawanan," ujarnya.
Oleh karena itu, ia membagi strategi saat menumpang taksi baik taksi resmi, omprengan, maupun taksi gelap.
Perempuan, kata dia, tidak disarankan pergi atau naik taksi sendiri, namun didampingi oleh muhrim laki-laki. Selain itu, kata dia, saat naik taksi, laki-laki harus masuk ke dalam taksi lebih dulu, baru kemudian perempuan, dan saat turun perempuan keluar dari kendaraan duluan baru laki-laki.
"Jangan terprovokasi tindakan sopir taksi yang berbau kriminal, seperti kendaraan tiba-tiba mogok dan penumpang laki-laki diminta mendorong mobil tersebut," Muchlis.
Ia khawatir dan berdasarkan pengalaman menjadi petugas pelindung jamaah, hal itu menjadi potensi kejahatan dengan membawa kabur penumpang perempuan.
Mulai hari ini (Sabtu) setelah Zuhur, Bus Shalawat yang biasa mengantar jamaah Indonesia dari pemondokan ke Masjidil Haram berhenti operasi sementara sampai tanggal 28 September. Kondisi itulah yang biasanya menyebabkan taksi menjadi andalan jamaah untuk tetap melakukan ibadah di Masjidil Haram dari pemondokan masing-masing.
Saat ini lebih dari 154 ribu jamaah Indonesia telah berada di Mekkah untuk melakukan prosesi puncak ibadah haji di Armina. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, PDIP: Keselamatan Rakyat Tak Boleh Dikalahkan Birokrasi!
-
Ingatkan Seluruh Kader Gerindra, Sugiono: Pejuang Politik Harus Bela Kaum Lemah dan Miskin
-
Terkuak! Cacahan Uang BI Awalnya Mau Dibuang ke Bantar Gebang
-
Gempa Pacitan Disebut Berada di Zona Megathrust, Pakar Tegaskan Tak Berdampak ke Sesar Opak di DIY
-
KPK Ungkap Tersangka dari Bea Cukai Sewa Safe House untuk Simpan Duit dan Barang
-
Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Cegah Tragedi Siswa di Ngada NTT Terulang
-
Kemensos Bidik 400 Ribu Lansia dan Disabilitas Akan Dapat MBG
-
Santai Jelang Diperiksa Polisi, Haris Azhar: Klarifikasi Pandji Masih Tahap Ngobrol
-
Panik Gempa Dini Hari, Belasan Warga Bantul Luka-luka Akibat Terbentur saat Selamatkan Diri
-
Jaksa Sebut Temukan Bukti Tekanan Proyek Chromebook, Kesaksian PPK Berpotensi Beratkan Nadiem