Suara.com - Pemerintah Kazakshstan bakal mengenakan tarif pajak terhadap warganya setiap mereka bercinta. Aturan itu bakal diberlakukan kepada setiap kalangan, termasuk orang asing yang diharuskan membayarnya secara tunai.
Dalam rancangan aturan itu juga ada diskon pajak bagi setiap jenis intercourse.
Para pemimpin di Muslim Union of Kazakhstan merilis kemungkinan besaran pajak yang akan diberlakukan di media sosial dan mengategorikannya menjadi beberapa bagian.
Bagi pasangan yang sudah menikah, mereka dikenakan pajak sekitar 1 dolar AS kalau bercinta, termasuk diskon 50 persen juga salah satu pasangan bisa berbahasa setempat.
BACA JUGA:
Ini 7 Cara Alami Supaya Lebih Lama di Ranjang Bersama Pasangan
Diskon berlaku jika pasangan itu melakukan hubungan seks secara ‘tradisional’ dan tidak lebih dari 14 menit, seperti dikutip dari RT.com.
Berikut pajak bercinta yang akan dikenakan:
1. Pasangan yang bercinta dengan waktu panjang wajib membayar 2,50 dolar AS
2. ‘Cinta’ semalam kena pajak sekitar 7 dolar AS.
3. Pasangan gay wajib membayar 10 dolar AS.
4. Seks non ‘tradisional’ kena pajak 10 dolar AS.
Sedangkan untuk orang asing, dikenakan pajak dua kali lipat dari daftar pajak bercinta itu tanpa menjelaskan apa yang dimaksud dengan cara tradisonal.
Pajak ini dimaksudkan untuk mencegah penularan infeksi penyakit menular seksual dan kesehatan di Kazakhstan.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing