Suara.com - Sekretaris Ditjen Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Hasan Fauzi mengungkapkan, jika dilihat dari jadwal, jemaah haji Indonesia sedang berada di pemondokan saat peristiwa tragedi desak-desakan berlangsung.
"Saat peristiwa itu, jemaah haji Indonesia sedang berada di pemondokan Mina. Lokasinya jauh dari jalan itu," ujar Hasan dalam konferensi persnya di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis malam (24/9/2015).
Dalam peristiwa ini, lebih 717 jamaah haji meninggal dalam tragedi lempar jumrah di Jalan Arab 204 Mina, Arab Saudi.
Hasan mengatakan saat ini, Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) Indonesia sedang melakukan verifikasi faktual soal jumlah korban WNI.
"Sejauh ini baru gelang yang ditemukan. Itu juga sedang diidentifikasi," kata dia.
Dia menambahkan, PPIH juga sudah menurunkan tim untuk melakukan penyisiran identifikasi WNI yang menjadi korban. Yaitu dengan cara turun di tempat kejadian peristiwa (TKP) dan juga di RS Mina Al-Jisr, tempat banyak korban dievakuasi ke rumah sakit tersebut.
Untuk mencegah terjadinya lebih banyak korban, sambung Hasan, PPIH terus melakukan koordinasi degan Difa Madani atau semacam badan penanggulangan bencana Arab Saudi untuk mendapatkan informasi yang lebih terkini , khususnya pada wilayah-wilayah yang tidak bisa dijangkau PPIH.
Sebelumnya diberitakan, Informasi terkini dari perwakilan Kementeria Luar Negeri Indonesia menyebutkan, korban tewas Jemaah haji WNI menyusul tragedi Mina bertambah menjadi tiga orang.
Keterangan yang diperoleh suara.com pada Kamis malam (24/9/2015), dari Direktur Perlindungan WNI Lalu Muhammad Iqbal yang mengutip dari keterangan Wakil Duta besar RI Sunarko di Riyadh menyampaikan kalau korban berjenis kelamin dua lelaki dan satu perempuan.
“Sampai pukul 16:00 waktu Arab Saudi, dapat diidentifikasi 3 (tiga) Wni jemaah haji meninggal akibat musibah mina, yaitu: (1) Hamid Atuwi (laki laki) asal Surabaya (2) Saiyah (petempuan) asal Batam (3) jemaah laki laki yang belum diketahui namanya, karena tidak ada gelang identitas di tangan, namun diketahui berasal dari probolinggo, Safari Travel,” tulis keterangan tersebut.
Berita Terkait
-
Dokumen Negara Tercecer di Jalanan BSD, Imigrasi: Itu Paspor Haji Milik Kemenhaj Tangsel
-
Demi Bahagiakan Cucu, Aksi Kakek Jemaah Haji Ini Viral: Rela 'Jadi Gantungan' Boneka di Bandara
-
Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Jakarta dan Surabaya Tidak Perlu Antre Imigrasi
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi