- Perum Bulog meminjam pabrik milik PT Wilmar yang disita polisi untuk mengolah beras SPHP menjadi premium.
- Beras premium kualitas satu ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan jemaah haji Indonesia sebanyak 2.280 ton.
- Pengiriman beras dari cadangan pemerintah tersebut direncanakan mulai pada minggu ketiga bulan Februari 2026.
Suara.com - Perum Bulog meminjam pabrik milik PT Wilmar International Limited untuk menampung beras kebutuhan jemaah haji Indonesia. Fasilitas itu sebelumnya disita oleh kepolisian berkaitan dengan kasus beras oplosan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan pabrik milik Wilmar akan digunakan untuk mengolah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog menjadi beras premium kualitas satu.
"Ini kan berasnya SPHP, tapi diolah, kan ada pabrik yang disegel oleh Polri, yang Wilmar punya. Kita pinjam, Bulog pakai untuk mengolah itu sehingga produksinya premium kelas 1," ujar Zulhas saat ditemui wartawan usai menghadiri rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Senin (9/1/2026).
Rencananya untuk memenuhi kebutuhan pangan jemaah Indonesia, beras yang akan dipasok sebanyak 2.280 ton.
Beras yang akan dikirimkan bersumber dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di Bulog. Zulhas menyebut pada 2026 ini, cadangan beras Bulog akan mencapai 4 juta ton.
Adapun alasan penggunaan beras dalam negeri, karena rasa dan teksturnya yang sesuai dengan lidah jemaah Indonesia.
"Karena jamaah lebih suka, beras kita kan pulen. Kalau biasanya pakai beras basmati. Beras basmati itu pera. Orang Indonesia kurang suka biasanya, sukanya itu yang pulen," jelas Zulhas.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut pengiriman beras ke Arab Saudi akan dimulai pada bulan ini.
"Kami rencanakan minggu ketiga bulan Februari ini sudah kami berangkatkan sesuai dengan permintaan adalah 2.280 ton," kata Rizal.
Baca Juga: Pasok 2.800 ton Beras untuk Jemaah Haji, Bulog Minta Bangun Gudang di Arab Saudi
Disebutnya beras yang akan dikirimkan memiliki kualitas premium dengan pecahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen.
"Nah, ini pecahan khusus untuk ke Saudi diminta standarnya 5 persen, kadar airnya 14 persen atau bahkan di bawah 14 persen ini," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Bahlil Jamin Indonesia Belum Darurat Energi
-
Bangkit di Akhir Tahun, Kinerja Emiten HGII Melonjak di Kuartal IV 2025
-
Bank Neo Commerce (BBYB) Kena Sanksi OJK, Dampaknya Tidak Main-main!
-
Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar
-
KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar
-
Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?
-
Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen
-
Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026
-
HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel
-
Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh