Suara.com - Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, resah akibat kabut asap semakin tebal dan sudah sangat mengganggu aktivitas warga untuk turun rumah.
"Saat ini asap tebal sudah sangat berbahaya bagi kesehatan dan tentu juga mengganggu ekonomi warga," kata salah satu masyarakat Kuantan Singingi, Reflizar kepada Antara di Teluk Kuantan, Minggu.
Ia mengatakan, ratusan petani di sejumlah desa sejak Sabtu 26 September hingga Minggu 27 September 2015 sudah tidak berani kekebun akibat kondisi asap sudah menutupi banyak wilayah.
Masyarakat Kuansing sebagian besar adalah petani, berkebun karet, sawit dan berladang padi dengan situasi kabut asap ini tentu tidak berani beraktivitas seperti memanen hasil pertanian, jika hal ini terus berkelanjutan dikhawatirkan banyak warga tidak makan akbat pendapatan keluarga menurun.
"Mau beli beras pakai apa, tentu berutang karena karet tidak dipanen," kata warga lainnya.
Saat ini, katanya lagi, jarak pandang berkisa 50 meter, khusus di Kota Taluk jalan saja sudah tidak terlihat jelas khawatirnya terjadi lakalantas.
Petani karet dari Kecamatan Lubuk Jambi menyebutkan, selama sepekan banyak warga hanya berada didalam rumah tidak berani beraktivitas, jika keluar rumah mata terasa perih dan badan lemas kepala pusing diduga akibat asap itu.
"Khawatir berisiko tinggi maka hanya diam di rumah saja," ujarnya.
Ia juga menyebutkan, di lingkungan pasar dan jalan raya sudah tidak begtu jelas apalagi berada dalam kebun yang jauh dari pemukiman penduduk sudah sangat gelap khawatirnya babi hutan pun nyosor tidak bisa diketahui sehingga masyarakat tidak berani turun memanen hasil perkebunan.
Kapolres Kuantan Singingi AKBP Edy Sumardi dalam beberapa kesempatan menyebutkan, pihaknya telah berupaya optimal untuk memadamkan sejumlah titik api di daerah, hanya saja kabut asap tebal diperkirakan adalah kiriman dari daerah lain.
"Setiap pelaku pembakaran lahan akan ditindak tegas," ujarnya.
Karena itu, Kepolisian berharap tidak adalagi warga, pengusaha dan perusahaan yang berani membuka lahan untuk perkebunan sawit dengan cara membakar karena berdampak luas dan himbauan itu selalu disampaikan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Tersiksa dengan Kabut Asap Kalimantan, Malaysia Desak ASEAN Tinjau Perjanjian AATHP
-
Kabut Asap Karhutla Kepung Kalimantan Selatan
-
Kabut asap Kepung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan
-
Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai Filipina, Udara Manila Buruk
-
Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
Terkini
-
Ulasan Baby Udon: Sentuhan Cinta Lintas Budaya yang Amat Menguras Air Mata
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Mengenal Bangun Datar yang Tidak Memiliki Simetri Lipat dan Contohnya
-
Bukan Disekap! Lansia di Penjaringan Kunci ART 2 Jam Karena Pergi Terapi Kesehatan
-
Krisis Empati Saat Bencana Alam dan Program MBG Terus Berjalan
-
Pasar Aset Kripto RI Tertekan di Juni, Indeks CFX10 Merosot 23,30%
-
Trailer Utama dan Jadwal Rilis The World's Finest Assassin S2 Terungkap
-
Target Jadi Sentra Susu Nasional, Pemprov Jateng Andalkan Teknologi Inseminasi Buatan Terbaru
-
Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
-
Apa Arti Weton Tibo Sujanan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?