Suara.com - Pengelola Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II menyebut berbagai aktivitas penerbangan baik rute domestik maupun internasional, Minggu, lumpuh total, akibat asap kebakaran lahan dan hutan di Sumatera.
"Sampai pukul 22.00 WIB, ada 70 penerbangan yang batal berangkat dan datang. Lumpuh total, tidak ada aktivitas penerbangan hari ini," papar Airport Duty Manager Bandara Internasional SSK II, Hasnan Siregar, kepada Antara di Pekanbaru, Minggu (27/9/2015).
Siregar merinci 14 penerbangan domestik rute Pekanbaru-Jakarta pergi pulang yang masing-masing dilayani maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air pada Minggu, sama sekali tidak beroperasi.
Selain itu, ada Citilink pergi pulang 12 kali, Batik Air enam kali, Lion Air rute Pekanbaru-Batam enam kali, AirAsia empat kali, Firefly rute Johor Bahru-Pekanbaru, Sriwijaya Air rute Pekanbaru-Jakarta dan Malindo Air rute Malaka-Pekanbaru yang masing-masing dua kali.
"Maskapai itu melayani rute domestik dan internasional. Penerbangan terakhir alami pembatalan hingga pukul 10.00 WIB malam ini Garuda nomor penerbangan GA 198 dan Lion JT 392 dari Jakarta," terangnya.
Ia menjelaskan faktor penyebab utama karena jarak pandang bagi pilot di wilayah udara bandara setempat tidak kunjung membaik atau berada pada batas standar minimal pendaratan pesawat dalam kisaran angka 1.000 meter.
"Jarak pandang sempat menyentuh titik terendah yakni 50 meter pukul 08.00 WIB, tapi 800 meter pukul 12.00 WIB. Namun asap kembali menebal pada pukul 14.00 WIB hingga malam ini dalam kisaran 300 meter," ucap Siregar.
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera yang melanda Provinsi Riau terus memburuk dalam dua hari terakhir.
"Saat ini, kabut asap yang terpantau semakin tebal, akibatnya sejumlah daerah seperti Kota Pekanbaru dan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu jarak pandang hanya 100 meter," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin.
Dari pemantauan BMKG pukul 07.00 WIB mencatat kabut asap pekat turut menyelimuti wilayah udara Pelalawan dan membuat jarak pandang berkisar 200 meter, sedangkan di Kota Dumai jarak pandang terpantau lebih baik yakni 800 meter.
BMKG setempat merilis terdapat 674 titik panas terpantau pada enam provinsi di Sumatera dan titik panas terbanyak terdapat di Sumatera Selatan 607 titik, Jambi 37 titik, Lampung 14 titik, Bangka Belitung 11 titik dan Kepulauan Riau satu titik.
"Di Riau terpantau empat titik. Keempatnya dipastikan merupakan titik api dengan tingkat kepercayaan 70 persen terdeteksi di Kabupaten Siak," terangnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Kapolri Turun Langsung Cek Karhutla di Riau, Gara-gara Asap Sampai ke Luar Negeri?
-
Karhutla Riau 2025: Cuaca Panas, Kebakaran Meluas hingga Asap ke Malaysia
-
Diprotes Malaysia, Mahfud MD Pastikan Tidak Ada Kiriman Asap ke Negara Tetangga
-
Malaysia Tawarkan Bantuan Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
-
Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji