Suara.com - Seiring membaiknya kualitas udara Pekanbaru, Riau, pada tiga hari belakangan ini, mayoritas warga, khususnya orangtua bayi di posko evakuasi Pekanbaru, meminta diizinkan pulang ke rumah masing-masing.
"Udara sudah cerah, kami dan kedua bayi ingin pulang, biar saya bisa cari kerja," ujar Sumadi, bapak dari Gibran usia empat bulan di Pekanbaru, Minggu (11/10/2015).
Sumardi mengaku ingin melanjutkan aktifitas kehidupan seperti biasa di rumah mereka yang terletak di Rumbai.
Sementara itu, bagian Humas Pekanbaru, Mawardi, membenarkan bahwa semua orangtua bayi di posko meminta diijinkan pulang ke rumah masing-masing.
"Mereka kompak. Para orangtua bayi meminta ke dokter jaga untuk diberi izin pulang hari ini," ujar Mawardi.
Menurut Mawardi, alasan orangtua bayi ingin pulang lantaran udara mulai membaik. Sehingga bayi sudah bisa tinggal di rumah, dan orangtua kembali bekerja.
Memang terang Mawardi, tim evakuasi Sabtu malam yang terdiri dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam kebakaran, Diskes, Badan Lingkungan Hidup, sudah menggelar rapat evaluasi sementara terkait kondisi posko evakuasi yang dibuka Pemerintah kota di aula kantor sejak 10 hari lalu.
"Dalam rapat disepakati pencabutan ijin pembukaan posko baru akan dilakukan setelah hasil kondisi kualitas udara di lapangan dilaporkan ke wali kota, yang rencananya akan dilakukan Senin," ujar Mawardi.
Namun, selain itu, rapat juga membahas permintaan para ibu yang menghuni posko evakuasi untuk diiinkan pulang ke rumah masing-masing. Dengan alasan kualitas udara mulai membaik dan dari mereka ada yang memiliki aktifitas berdagang membantu ekonomi keluarga ingin memulainya.
"Makanya kami sepakat akan memintakan pernyataan para orangtua yang ingin pulang," ungkapnya.
Pernyataan ini, sebut Mawardi lagi, beserta data pendukung lainnya seperti kondisi udara Pekanbaru yang dinyatakan oleh Badan Lingkungan Hidup dan pertimbangan lainnya sebagai dasar untuk rapat evaluasi pencabutan izin pembukaan posko evakuasi dampak kabut asap pada bayi.
Ia menambahkan data terakhir penghuni posko evakuasi bayi Pemko ada tujuh dengan rincian enam bayi dan satu balita. Mereka berasal dari keluarga kurang mampu di seluruh kecamatan Pekanbaru.
"Saat ini kondisi bayi semua sehat termasuk orangtuanya," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan bayi dari keluarga kurang mampu yang berada di wilayah Pekanbaru diminta dievakuasi ke posko yang dibuka khusus oleh Pemerintah kota bertempat di aula Kantor Wali Kota. Tujuannya untuk menghindari mereka terserang penyakit yang disebabkan kabut asap paska memburuknya kualitas udara wilayah tersebut akibat pembakaran lahan dan hutan (karlahut) selama kurang lebih dua bulan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT