News / Nasional
Sabtu, 10 Oktober 2015 | 14:37 WIB
Bandara di Pekanbaru Kembali Lumpuh

Suara.com - Presiden Joko Widodo sudah sejak awal menaruh perhatian penuh terhadap kebakaran hutan yang menimbulkan asap pekat di sejumlah daerah di Sumatera dan Kaimantan. Bahkan dia sudah beberapa kali meninjau ke lokasi untuk memberikan arahan dalam mengatasi masalah yang ada.

Meski begitu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Propinsi Riau, Intsiawati Ayus mengatakan bahwa yang diperlukan oleh masayarakat terkena dampak asap saat ini adalah bukan peninajauan lagi.

"Presiden sudah tiga kali datang, yang dibutuhkan sekarang bukan peninjauan lagi, tapi eksekusi," kata Intsiawati di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu(10/10/2015).

Kata wanita yang disapa Iin tersebut, seharusnya yang dilakukan Presiden Jokowi saat ini adalah sesegera mungkin menentukan kebijakan. Dan menurutnya mencabut izin serta menghentikan pemberian izin dari tingakat atas hingga bawah adalah salah satu jalan yang pasti untuk mengatasi masalah asap yang sudah menelan ribuan korban saat ini.

"Presiden harus tegas. Bekukan semua izin, cabut kalau bisa, harus tetapkan seperti itu. Selama belum ada eksekusi dari Presiden, maka jangan harap masalah ini akan berakhir," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM, Novrizal Tahar mengatakan pihaknya saat ini sudah menggunakan pendekatan baru dalam mengatasi masalah kebakaran lahan. Tidak hanya melakukan tindakan pidana, tetapi juga berkaitan dengan tindakan administrasinya.

"Sekarang ini juga kita gunakam multiple instrumen hukum administrasi, dan baru kali ini, karena tidak perlu melalu penyelidikan, dan itu berada di tata usaha negara yang diambil langsung oleh kementerian kehutanan," kata Novrizal.

Load More