Suara.com - Pebalap Iran, Arvin Moazemi Goudarzi, dinobatkan sebagai juara Tour de Singkarak 2015. Dia berhasil mengumpulkan waktu tercepat selama sembilan etape, dengan total jarak tempuh lebih dari 1.100 km yang finis di Jalan Samudera Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (11/10/2015).
Pebalap dari Pishgaman Giant Team Iran itu mampu membukukan catatan waktu 29:40:52 atau unggul tiga menit 23 detik dari pebalap di posisi dua, yaitu rekan satu timnya, Amir Zargari. Dengan hasil ini Arvin menyandang yellow jersey yang tahun lalu dipegang oleh Amir Zargari.
Kemenangan pebalap dengan nomor start 136 sebenarnya sudah terlihat sejak tiga etape terakhir, karena sudah memiliki selisih waktu yang cukup panjang dengan pebalap yang berada dinomor dua. Arvin terbilang cukup stabil sejak awal perlombaan.
Tour de Singkarak 2015 sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya setelah etape pertama dari Painan menuju Padang Pariaman harus dibatalkan atau tidak dihitung. Penghitungan poin dan waktu baru dilakukan mulai etape dua. Saat itu Arvin hanya finis di urutan kedua di bawah rekan satu timnya, Amir Zargari.
Di etape ketiga pebalap berusia 25 tahun malah tidak masuk sepuluh besar. Namun di etape selanjutnya mampu masuk lima besar. Pada etape lima kembali melorot keposisi tujuh. Meski demikian Arvin tidak patah semangat dan terbukti mampu finis kedua pada etape enam yang berakhir di Istano Basa Pagaruyung Tanah Datar.
Arvin yang merupakan spesialisasi tanjakan kembali melorot di etape tujuh setelah hanya finis di urutan ketujuh. Namun, kelemahannya di lintasan datar dibalas di etape delapan yang finis di Puncak Lawang yang sebelumnya melewati ikon Tour de Singkarak yaitu Kelok 44.
Pada etape sembilan, Arvin terlihat bermain aman. Bahkan tidak ikut dalam rombongan terdepan untuk menjadi juara etape. Dia bersama dengan rekan satu timnya hanya berada di rombongan besar kedua mulai start hingga garis finis yang disaksikan langsung Menteri Pariwisata, Arief Yahya.
Dengan hasil tersebut, Arvin Moazemi Goudarzi meraih posisi tertinggi pada kejuaraan yang diprakarsai oleander Kementerian Pariwisata itu tanpa harus memento etape. Justru sang rival yaitu Tabriz Petrochemical Team Iran yang paling banyak menjuarai etape.
Sukses menjadi yang terbaik untuk perseorangan, Arvin Moazemi Goudarzi berhak mendapatkan hadiah 3.000 dolar AS. Dengan kemenangan ini, pebalap Pishgaman Giant Team menjuarai Tour de Singkarak dua tahun berturut-turut. Selain itu Arvin juga dinobatkan sebagai raja tanjakan (Polkadot jersey) setelah mengumpulkan poin tertinggi yaitu 89 poin.
Selain menempatkan pebalapnya di puncak klasemen perorangan, Pishgaman Giant Team juga dinobatkan sebagai tim terbaik setelah membuka total catatan waktu 89:05:49. Pencapaian tim asal Iran itu sama dengan tahun lalu yaitu juara perorangan dan tim sekaligus.
"Kejuaraan tahun ini cukup berat. Tapi kami bisa menyelesaikan dengan baik. Yang jelas kami sangat senang antusias masyarakat Sumatera Barat sepanjang perjalanan," kata salah satu pebalap Pishgaman Giant Team, Amir Zargari.
Menurut dia, kunci kemenangan timnya adalah memiliki tujuh pebalap yang memiliki kemampuan yang merata. Dengan demikian, saat dikalkulasi mendapatkan catatan waktu yang tercepat. Namun, Pishgaman Giant Team juga mengkritik terkait lamanya transfer dari lokasi finis di Solok Selatan menuju Bukittinggi.
Sementara itu untuk predikat raja sprint (green jersey) Tour de Singkarak 2015 yaitu Thomas Rabou dari Attaque Team Gusto dengan raihan 18 poin. Apa yang diraih oleh pebalap asal Belanda ini terbilang sebuah kejutan karena posisi ini sebelumnya dipegang oleh Hossein Askari dari Pishgaman Giant Team. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok