Suara.com - Setelah Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan, Idham Samawi dilantik menjadi anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Selasa (20/10/2015). Sebelumnya, bekas Bupati Bantul itu ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah klub sepakbola Persiba Bantul.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, hari ini, dilantik menjadi anggota DPR oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali di sidang paripurna DPR. Idham mengucapkan sumpah menjadi anggota DPR dengan dipandu Hatta Ali.
Saat ditemui Suara.com usai pelantikan, Idam mengatakan sekarang sudah bebas dari perkara dugaan korupsi yang menjeratnya.
"Kasus dugaan korupsi yang menetapkan saya sebagai tersangka sudah di SP3, dan dalam ketentuannya ada pemulihan nama baik saya," kata Idham.
Idham mengatakan menyandang status tersangka dugaan korupsi dana hibah lebih dari dua tahun. Dan selama itu, pelantikan dirinya menjadi anggota DPR pun ditunda.
"Saya tersandera selama dua tahun, 17 hari karena tersangka urusan dana hibah sepakbola (Persiba). Padahal kasus itu tidak ada kaitan dengan saya," ujarnya.
Ia ditetapkan menjadi tersangka di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia merasa perkara hukum yang dialaminya tak lepas dari posisinya ketika itu sebagai pengurus DPP PDI Perjuangan.
"Saya jadi tersangka ketika itu Presidennya SBY, dan Jaksa Agung waktu itu Basrief Arief," tuturnya. "Saya merasa didzalimi."
Kejati DI Yogyakarta menerbitkan SP3 untuk mantan Bupati Bantul Idham Samawi dan bekas Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Bantul Edy Bowo pada 4 Agustus 2015.
SP3 untuk Idham diterbitkan dengan nomer Print-369/0.4/Fd.1/08/2015, sedangkan SP3 untuk Mantan Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Bantul Edy Bowo beregister Print 368/0.4/Fd.1/08/2015.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto