Suara.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan salat memohon hujan (istisqa) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap.
"Mengingat kondisi beberapa wilayah di Indonesia saat ini, MUI menyerukan agar umat Islam melaksanakan salat istisqa," kata Ketua MUI KH Ma'ruf Amin di Jakarta, Rabu (21/10/2015).
Pelaksanaan salat istisqa tersebut hendaknya didahului puasa selama tiga hari, memperbanyak istighfar, berperilaku sopan santun dan berkehidupan sederhana serta memohon doa.
MUI juga menyerukan agar umat Islam di Indonesia bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT dari segala macam maksiat, meninggalkan perilaku zalim, memperbanyak sedekah dan meninggalkan permusuhan.
"Karena kekeringan berkepanjangan yang melanda negeri ini bisa jadi merupakan peringatan dari Allah SWT," katanya.
Selain itu, MUI juga menyerukan kepada pemerintah untuk mengambil kebijakan tegas dan strategis yang berimplikasi pada upaya penghentian atau pengurangan dari berbagai dampak buruk kemarau panjang.
Tindakan tegas bisa berupa penegakan hukum yang menjerakan kepada setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan yang menyebabkan bencana asap, melancarkan ekonomi yang pro rakyat kecil yang paling merasakan dampak kemarau panjang.
Kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap telah berlangsung sekitar dua bulan di beberapa daerah seperti Sumatera Selatan, Provinsi Riau, Kalimantan Barat dan Jambi. Kualitas udara di beberapa daerah tersebut berada pada level sangat berbahaya bagi kesehatan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor