Mendagri Tjahjo Kumolo. (Suara.com)
Pengamat Politik Universitas Indoneisa Thamrin Tamagola menilai Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo hanya bisa menunggu laporan dan tidak mau meninjau langsung kepala-kepala daerah. Thamrin bahkan pernah mengatakan kepada Persiden Joko Widodo bahwa kinerja yang dilakukan Tjahjo seperti priyayi.
"Saya dalam rembug nasional dengan Jokowi, saya bilang terus terang. Mendagri sekarang itu lebih seperti priyayi yang nunggu di belakang meja," kata Thamrin di Jakarta, Senin (26/10/2015).
Pasalnya, dia menilai banyak sejumlah program nasional seperti Keluarga Berencana yang hingga saat ini tidak dijalankan oleh Pemerintah Daerah. Dalam hal ini Mendagri Tjahjo harus segera melakukan pembenahan terhadap undang-undang agar para kepala daerah bisa melanjutkan program yang dicanangkan pemerintah pusat.
"Karena banyak program-program seperti KB itu sama sekali sudah tidak dilaksanakan di tingkat daerah. Itu harus dicarikan jalan keluar pembenahan undang-undangnya. Musti lihat dulu undang-undang otonomi daerah, pemerintah daerah itu. Pengaturannya seperti apa, kok pemda bisa lepas dan cuek dengan program-program nasional itu," kata dia.
"Program ini kan dari pusat tapi mereka memahami konteks daerah, mereka dapat menjalankan beragam program seperti dulu waktu jaman orba," tambahnya.
Lebih lanjut, Thamrin mengatakan,jika segala permasalahan birokrasi bisa segera dibenahi pemerintah, bukan tidak mungkin program Nawacita yang sebelumnya digaungkan oleh Presiden Jokowi bisa terealisasi hingga ke daerah.
"Segala macam visi dalam nawacita itu sudah terinci, kalau saja itu dilaksanakan, bisa itu. Negara harus hadir. Semua sudah ada dalam nawacita. Yang ga ada pelaksanaannya," kata Thamrin.
Komentar
Berita Terkait
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan
-
Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri
-
Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik
-
Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan
-
Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan