Bambang Widjojanto. [suara.com/Oke Atmaja]
Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bambang Widjojanto mengingatkan pimpinan KPK lainnya agar mengantisipasi tindak pidana korupsi saat berlangsung Pilkada serentak 2015.
Dia juga mengkhawatirkan, praktik suap bisa terjadi karena Pilkada seiring dengan gelontoran dana desa dari pemerintah pusat ke seluruh desa di Indonesia.
"Sekarang ini dana desa sudah sampai ke desa, dan pada 9 Desember (2015) akan ada Pilkada serentak, ini harus hati-hati," kata Bambang dalam diskusi publik yang bertajuk ' Peta Jalan dan Masa Depan dalam Pemberantasan Korupsi' di Hotel Alila Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2015).
Menurut Bambang, saat ini sebagian besar kepala daerah yang ikut berkompetisi dalam Pilkada serentak ni adalah para petahana atau incumbent. Karenanya peluang untuk memanfaatkan dana desa yang sudah bakal sangat besar.
"Dari 269 daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak, 170 daerah calonnya adalah incumbent, jangan sampai panen raya korupsi itu akan terjadi," katanya.
Bambang menyarankan agar penyidik KPK bisa berkolaborasi dengan pihak lain untuk mengusut korupsi saat Pilkada.
"Untuk itu, KPK harus terus memperkuat kolaborasi dengan pihak lainnya, agar bisa mengawasinya dengan baik," tutup Bambang.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim
-
Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat
-
Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia