Suara.com - Pelayanan berbasis penelitian untuk terapi sel punca telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengobati berbagai penyakit. Mulai dari diabetes, stroke, kardiovaskular, sirosis hingga gangguan pada tulang bisa diatasi dengan terapi sel punca.
Ketua Komite Pengembangan Sel Punca dan Rekayasa Jaringan, Prof. DR. dr. Farid Anfasa Moeloek, SpOG mengatakan terapi sel punca (stem cell) merupakan suatu perkembangan dalam dunia medis dimana sel-sel sehat dikembangbiakkan lalu digunakan kembali untuk mereparasi sel-sel tubuh yang rusak.
"Sel-sel dalam tubuh bisa diambil dari sumsum tulang belakang, darah tali pusat atau lemak yang kemudian dikultur dan dibiarkan berkembang biak hingga mencapai jumlah yang dibutuhkan dan disuntikkan kembali ke organ yang mau direparasi," kata mantan Menteri Kesehatan ini pada temu media di Jakarta, Rabu (28/10/2018).
Sementara itu Kepala Penelitian dan Pengembangan Sel Punca RSCM, dr Andri Lubis, SpOT(K) menambahkan, sel tubuh yang aman digunakan untuk terapi sel punca adalah sel tubuh usia dewasa. Meski seiring dengan pertambahan usia, kualitas sel punca juga ikut menurun, tapi risiko bahayanya sangat kecil.
"Jadi ada penelitian yang mengatakan bahwa sel punca dari embrio sangat bagus dan potensi keberhasilannya sangat besar. Sayangnya hal ini juga menimbulkan risiko keganasan, karena sel-selnya sulit untuk dikontrol. Salah satunya bisa memicu kanker," sambungnya.
Melihat fakta ini, peneliti atau para ahli sel punca memilih menggunakan sel tubuh orang dewasa muda karena dianggap memiliki risiko yang lebih kecil.
"Melihat risiko ini, hampir semua peneliti sel punca menggunakan sel dewasa atau usia 30 tahun ke bawah untuk digunakan dan menghindari penggunaan sel punca embrio, karena secara etika juga tentu menimbulkan kontra," lanjutnya.
Di RSCM terapi sel punca telah berhasil mengatasi berbagai penyakit mulai dari gangguan pada tulang, diabetes, luka bakar, hingga gagal jantung.
Salah satu pasien yang mendapatkan terapi sel punca di RSCM adalah Rio Gunawan, seorang karyawan Bank Asing di Jakarta. Kecelakaan yang menimpanya pada 2009 membuatnya harus menjalani pemasangan pen di kakinya.
Sayangnya hingga 2012 kondisinya tidak semakin membaik. Hingga akhirnya Rio dipertemukan dengan dokter peneliti sel punca di RSCM.
"Sejak 2009 saya bergantung dengan kruk untuk berjalan. Namun setelah menjalani stem cell saya bisa beraktivitas kembali, berjalan seperti sediakala tanpa bantuan apapun. Sebelum mendapatkan terapi ini saya sudah riset dan ternyata di luar sudah banyak yang melakukan," terangnya panjang lebar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap