Suara.com - Pembom di Mal Alam Sutera terekam kamera CCTV sempat gagal meletakan bom di pusat perbelanjaan mal tersebut pada Rabu kemarin (28/10/2015).
Dari rekaman kamera yang sempat diperlihatkan saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis siang (29/10/2015), pelaku yang mengenakan jaket dan tas punggung terlihat ragu dan bolak-balik hendak menaruh barang yang diduga bom.
Dalam rekaman tersebut juga tampak keraguan pelaku setelah seorang perempuan mendekat di lorong toko perbelanjaan.
Pelaku, Leopard Wisnu Kumala dan belakangan ditangkap di sekitar Mal Alam Sutera akhirnya berhasil mencapat lokasi yang cocok di sebuah tong sampah toilet lantai dasar Mal Alam Sutera.
Polisi juga menemmukan kalau bom yang digunakan adalah bom kimia cair yang disebut dengan Tri Acetone Tri Peroxide (TATP) dengan kekuatan daya ledak tinggi.
Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian menyebutkan kalau peristiwa ledakan kali ini adalah untuk pertama kalinya ada penggunaan bom kimia di Indonesia.
Bom kimia model ini sebelumnya pernah digunakan dalam teror bom bus di London pada 2005 lalu yang mengakibatkan 56 orang tewas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!