Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa satelit Terra & Aqua mendeteksi adanya 158 titik hotspot di Sumatera.
"Pantauan terakhir pada Sabtu pukul 18.00 WIB terdapat 158 titik," kata Kepala Pusdatin BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada Antara di Jakarta, Sabtu.
Dia menjelaskan, 158 titik tersebut berlokasi di Bengkulu dua titik, Jambi tujuh titik, Bangka Belitung 28 titik, Kepulauan Riau satu titik, Lampung 32 titik, Riau dua titik dan Sumatera Selatan 88 titik.
"Sementara di Kalimantan tidak terdeteksi adanya hotspot pada pantauan satelit terakhir," katanya.
Sementara jarak pandang dan cuaca di Padang 2.000 meter dan berasap, Pekanbaru 6.000 meter dan berawan, Jambi 2.400 meter dan berasap, Palembang 1.800 meter dan berasap.
Sementara di Kalimantan, Pontianak 5.000 meter, Ketapang 10.000 meter cerah berawan, Palangkaraya 7.000 meter dan hujan serta Banjarmasin 6.000 meter dan berawan.
Indeks kualitas udara di Pekanbaru menunjukkan level sedang, Jambi sedang, Palembang tidak sehat.
Sementara di Kalimantan, Pontianak menunjukkan level sedang, Banjarbaru baik, Samarinda baik serta Palangkaraya tidak sehat.
Sementara itu, BNPB kembali menaburkan garam untuk mengintensifkan operasi hujan buatan di wilayah kebakaran hutan dan lahan.
"Sebanyak 284,9 ton garam ditaburkan untuk hujan buatan," katanya.
Dia menambahkan, sesuai dengan prediksi BMKG bahwa tanggal 26 hingga 31 Oktober 2015 intensitas hujan dan awan-awan potensial mulai meningkat di Sumatera dan Kalimantan.
"Untuk mempercepat dan meningkatkan intensitas hujan, maka Pemerintah mengintensifkan operasi hujan buatan," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun
-
Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya
-
Ancaman El Nino 2026: Luas Area Terindikasi Terbakar Capai Tiga Kali Lipat Daratan Jakarta
-
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sumsel Terjadi Agustus-September
-
Api Masih Berkobar di Bromo, Jalur Wisata Ditutup Sementara
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?