Suara.com - Jatuhnya pesawat Airbus A321 milik maskapai Kogalymavia atau Metrojet masih menjadi misteri. Belum diketahui apa penyebab jatuhnya pesawat yang menewaskan seluruh penumpang dan krunya itu.
Informasi terbaru dari penyidik, pesawat yang membawa 224 orang itu pecah di udara sebelum akhirnya jatuh di kawasan Sinai, Mesir. Akibatnya, serpihan pesawat tidak terkumpul di satu tempat, melainkan tercecer di kawasan seluas sekitar 20 kilometer persegi.
ISIS mengklaim sebagai dalang di balik insiden tersebut. Namun, Rusia membantah klaim tersebut dengan anggapan ISIS tidak mungkin memiliki senjata yang mampu menyasar target pada ketinggian 30 ribu kaki.
Sinai adalah zona rawan konflik di mana tentara pemerintah Mesir memerangi kelompok pemberontak yang menyatakan kesetiaan mereka terhadap ISIS.
Menyusul insiden ini, ada beberapa maskapai penerbangan yang memutuskan untuk tidak terbang di atas kawasan Semenanjung Sinai. Hal itu diambil sebagai langkah pencegahan sampai ada informasi akurat soal penyebab jatuhnya pesawat.
Yang pertama adalah maskapai Emirates yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab.
"Emirates saat ini menghindari terbang di atas Semenanjung Sinai sampai ada informasi lebih lanjut," kata pihak maskapai.
Maskapai lainnya, yakni Qatar Airways, Air France, dan Lufthansa, memastikan akan mengalihkan rute terbang pesawat-pesawat mereka. Maskapai Malaysia Airlines mengatakan, akan menghentikan rute tersebut sejak tiga hari yang lalu, karena tidak mau mengambil risiko.
Sementara itu, maskapai British Airways menolak berkomentar, sedangkan maskapai Inggris lainnya, EasyJet mengaku memilih mematuhi nasehat Departemen Transportasi Inggris yang menyarankan agar maskapai penerbangan Inggris tidak terbang di atas kawasan Sinai tengah dan utara.
Bulan November lalu, Badan Keselamatan Penerbangan Eropa sudah mewanti-wanti maskapai penerbangan akan risiko terbang dengan ketinggian di bawah 26.000 kaki di atas kawasan tersebut. Pasalnya, ada kekhawatiran pesawat akan jadi sasaran tembak rudal anti pesawat dan manpads, rudal lontar yang diletakkan di bahu. (FT)
Berita Terkait
-
Misteri di Lereng Bulusaraung: Mengapa Pesawat Sehat Menabrak Gunung?
-
DNA Jadi Kunci Terakhir: Polisi Jemput Sampel Keluarga Korban Pesawat Jatuh Lintas Pulau
-
Unggahan Terakhir Pramugari Florencia Lolita Sebelum Tragedi Tuai Sorotan Publik
-
Pengumpulan Sampel Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500
-
Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros Sulsel, Keluarga Penumpang Masih Menunggu Kabar
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Menkes Budi: 28 Juta Orang Indonesia Berpotensi Alami Masalah Jiwa, Layanan Kini Dibawa ke Puskesmas
-
Komitmen Plt Gubri SF Hariyanto: 30 Blok Tambang Rakyat Kuansing Dilegalkan, Swasta Dilarang Masuk
-
Misteri di Lereng Bulusaraung: Mengapa Pesawat Sehat Menabrak Gunung?
-
Alarm Banjir Jawa: Prabowo Perintahkan Aksi Cepat, Zona Merah Disisir
-
DNA Jadi Kunci Terakhir: Polisi Jemput Sampel Keluarga Korban Pesawat Jatuh Lintas Pulau
-
Eks Plt Dirjen Paudasmen Akui Dapat Rp75 Juta Terkait Pengadaan Chromebook: Dari Saudara Mulyatsyah
-
Said Didu Ungkap Data Ngeri: Misi Utama Prabowo Rebut RI dari Cengkeraman Oligarki
-
Nusron Wahid: Ribuan Hektare Tanah Terlantar dan HGU Disiapkan Jadi Rumah Korban Bencana
-
Mahasiswa vs Pemerintah di MK: Siapa yang Akan Menang dalam Uji Materi KUHP Nasional?
-
Menteri Nusron Kucurkan Rp3,1 M, Terbitkan SK 'Tanah Musnah' untuk Korban Bencana Aceh