Suara.com - Kepala Kepolisian Sektor Cileungsi Komisaris Polisi Mujianto mengatakan akan mengerahkan anggota untuk menjaga keamanan selama berlangsung aksi warga dan sejumlah organisasi kemasyarakatan serta LSM menghadang truk sampah milik pemerintah Jakarta di perempatan Cileungsi, tepatnya di bawah flyover.
"Kami akan lakukan pengamanan untuk aksi hingga tujuh hari atau seminggu," kata Mujianto kepada Suara.com, Senin (2/11/2015).
Warga dan ormas menolak truk sampah tersebut melewati daerah mereka dengan alasan meninggalkan aroma busuk dan ceceran air lindi berbau tak sedap di sepanjang jalan menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Akibat aksi warga, truk berisi berton-ton sampah tidak membuang sampah ke Bantargebang dan mereka terpaksa kembali lagi ke Jakarta.
Mujianto mengatakan mengerahkan sebanyak 50 anggota kepolisian.
"Ditambah lagi 15 Satpol PP,"ujar Mujianto.
Mujianto mengatakan tidak melarang warga untuk menyampaikan aspirasi, asalkan jangan berbuat anarkis.
"Silakan berpendapat itu hak semua orang. Mereka sudah minta izin kepada kami (Polsek Cileungsi) Jumat lalu ( 30/10/2015)," katanya.
Sejumlah ormas dan LSM yang ikut aksi, antara lain Pemantau Kinerja Aparatur Negara, Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, dan Karang Taruna Cileungsi.
Ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara Rommy Sikumbang mengatakan sejauh ini massa sudah menghadang sekitar 28 truk sampah
Aksi warga terjadi saat berlangsung polemik pengelolaan sampah antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, DPRD Kota Bekasi, dan pengelola sampah PT. Godang Tua Jaya. Polemik tersebut berujung saling gertak.
Bahkan, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sampai meminta penegak hukum mengaudit dan memeriksa keuangan Godang Tua Jaya dan mewacanakan untuk memutus kontrak kerjasama dengan Godang Tua Jaya.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Diminta Cepat Respon Aksi Warga Hadang Truk Sampah
-
DPRD Curiga Ada yang Gerakkan Warga Hadang Truk Sampah Jakarta
-
Warga Hadang Truk Sampah DKI, Polisi: Mereka Terganggu Bau
-
Konflik Sampah, DPRD Minta Ahok dan Bekasi Tak Gontok-gontokan
-
DPRD Ingatkan Pemprov, Jangan Sampai Jakarta Jadi Lautan Sampah
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi