Suara.com - Pimpinan Kolektif Komite Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia Michael menilai Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersikap arogan dengan mengatur waktu dan lokasi unjuk rasa.
"Kebebasan demokrasi tidak bisa dibatasi karena itu merupakan hak berekspresi di depan umum," kata Michael di gedung Lembaga Bantuan Hukum, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).
Aturan Ahok tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka. Peraturan dikeluarkan pada 28 Oktober 2015.
Dalam peraturan yang diterbitkan Ahok, demo tidak boleh dilakukan di tiga tempat, yakni di silang Monas selatan, parkir timur Monas, dan alun-alun demokrasi
Menurut Michael peraturan tersebut telah melukai proses demokrasi.
Padahal, kata Michael, kebebasan berekspresi di depan umum sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 yang mengatur tentang proses demokrasi dan berpendapat di hadapan umum.
"Tidak bisa kebebasan demokrasi di batas-batasi, tidak boleh di Istana, tidak boleh di HI sekalian saja digeser ke Ragunan," kata Michael.
Dalam sejarah demo buruh, kata Michael, buruh tidak pernah merusak fasilitas umum.
"Pergub itu bisa saja di judicial review. Ahok terlalu arogan dan terlalu kekhawatiran menanggapi aksi damai buruh yang berlebihan," katanya. (Muhamad Ridwan)
Berita Terkait
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
-
Roasting Ayah Sendiri, Nicholas Sean Anak Ahok Viral Jualan 'Broken Home Cookies'
-
Ahok Puji Keberanian Pandji Pragiwaksono di Mens Rea: Gila, Nekat Banget
-
Air Laut Nyaris Sejajar Tanggul Pantai Mutiara, Bisa Bikin Monas Kebanjiran?
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan
-
7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi
-
Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata
-
Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR
-
Lantai Dapur Ambrol ke Sungai, Warga Kutawaringin Ditemukan Tak Bernyawa Usai 4 Hari Pencarian