Suara.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat(MPR), Zulkifli Hasan sangat mengapresiasi keputusan Preisden Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk memberikan gelar kepahlawanan Nasional kepada Ki Bagus Hadikusumo.
Menurutnya perjuangan Pria yang pernah menjadi Anggota Badan Penyelidik Untuk Persiapan Kemerdekaan Indonesia(BPUPKI) tersebut sangatlah berarti bagi dasar negara Indonesia.
"Kemarin, Negara sudah melengkapi pengahrgaannya kepada Ki Bagus Hadikusumo, di mana sudah dianugerahi sebagai pahlawan nasional, dan memang seharusnya begitu," kata Zulkifli melalui testimoninya dalam acara Tasyukur penganugerahan gelar pahlawan Nasional bagi Ki Bagus Hadikusumo di Gedung PP Muhamadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2015).
Menurutnya, dasar negara yang belum berhasil dirumuskan persepsinya oleh BPUPKI mendapat pencerahan setelah adanya masukan pemikiran dari Pria kelahiran November 1890 tersebut. Karenanya Zul meminta kepada seluruh generasi Muhammadiyah untuk terus melanjutkan perjuangan dan pemikiran-pemikiran yang belum selesai dari seorang pemimpin yang terlupakan tersebut.
"Muhammadiyah inilah yang melahirkan pikiran-pikiran besar,marilah kita meneruskan pesan Ki Bagus yang mengatakan bahwa perjuangan belum selesi, mari kita secara sungguh perjuangkan perjuangan beliau," kata Ketua Umum PAN tersebut menutup testimoninya.
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid yang merupakan salah satu kader Muhammadiyah dari PKS. Menurutnya, apa yang diputuskan oleh Pemerintah sudah tepat terhadap perjuangan Ki Bagus. Namun, dirinya berharap agar dalam waktu dekat, dua tokoh Muhammadiyahnlainnya juga dianugerahingelar yang sama.
"Ada dua lagi tokoh Muhammadiyah, yaitu Kasman Singodimejo dan Abdul Kahar Mudzakar, sehingga bertambalah warga Muhamadiyah jadi pahlawan Nasional," kata Hidayat.
Selain itu, untuk menghormati kecendikawanan Ki Bagus, Politisi PKS tersebut mengysulkan agar dapat mengabadikan namanya dalam sebuah kampus di Indonesia.
"Saya berharap agar kita dapat menghormatinya, bukan mengkultuskannya, agar mengabadikan namanya sebagai salah satu nama universitas," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik
-
Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai