Suara.com - Kondisi kesehatan seorang awak kapal Fugro Discovery memaksa upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014 silam tertunda selama sepuluh hari. Kapal tersebut terpaksa kembali ke darat untuk mengantar salah satu krunya yang didiagnosa menderita usus buntu saat melakukan pencarian di Samudera Hindia sebelah selatan.
Menurut keterangan Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) yang dikutip oleh News.com.au, Fugro Discovery tak punya pilihan lain selain kembali ke pelabuhan Fremantle, Perth, Australia. Perjalanan untuk kembali akan menelan waktu hingga lima hari lantaran saat ini kapal pencari MH370 tersebut berada di perairan yang berjarak lebih dari 2.000 kilometer dari Fremantle. Maka pencarian pun tertunda hingga 10 hari, karena kapal tersebut akan membutuhkan waktu lima hari lagi untuk menuju lokasi pencarian.
"Saat diketahui seorang kru mengalami sakit, Fugro Discovery berada pada jarak lebih dari 2.000 kilometer dari Fremantle - jauh di luar jangkauan helikopter manapun," kata ATSB.
"Satu-satunya pilihan adalah untuk kembali ke pelabuhan," sambung mereka.
Seorang juru bicara ATSB mengatakan, bersamaan dengan insiden ini, kebetulan kondisi cuaca juga sedang buruk sehingga tidak memungkinkan para kru untuk bekerja.
Sementara itu, kapal lain yang membantu pencarian, Fugro Equator, juga sedang berlabuh di Fremantle. Belum ada perkembangan soal pencarian pesawat rute Kuala Lumpur-Beijing yang hilang lebih dari setahun itu.
Lebih dari 70.000 kilometer persegi wilayah, atau sekitar 60 persen dari wilayah pencarian sudah disisir oleh kapal pencari sejak bulan Oktober lalu. Namun, belum ada jejak keberadaan pesawat jenis Boeing 777 tersebut.
Berita Terkait
-
Satu Dekade Berlalu, Malaysia Kembali Cari Pesawat MH370 yang Hilang Misterius
-
Broken Ridge Dimana? Diduga Kuat Jadi Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370
-
Sinopsis MH370: The Plane That Disappeared, Tayang di Netflix
-
Netflix Ungkap Misteri Besar Hilangnya MH370 dalam Sebuah Dokumenter
-
Temuan Puing MH370 Kuatkan Indikasi Pilot Sengaja Jatuhkan Pesawat
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Puan Tak Ikut Sambut Prabowo di DPR, Baru Tiba saat Presiden Sudah di Dalam
-
Jokowi Hadir, Megawati Dipastikan Absen di Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT ke-81 RI di Istana
-
3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo
-
Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol
-
Jelang Pidato Prabowo, Investor Bisa Lirik Saham-saham Ini
-
Sampo Cultusia Black Hair, Ampuh Hitamkan Uban Rambut Dalam Sekali Keramas
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister
-
Gibran Pilih Naik Maung Pindad ke Sidang Tahunan MPR, Kontras dengan Jokowi yang Pakai BMW Listrik
-
Apakah Skin Tint Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Ini 5 Tipsnya agar Awet