News / Internasional
Rabu, 11 November 2015 | 16:55 WIB
Serpihan tak dikenal yang ditemukan pesawat pencari MH370 di Samudera Hindia, (31/3/2014). (Reuters/Rob Griffith)

Suara.com - Kondisi kesehatan seorang awak kapal Fugro Discovery memaksa upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014 silam tertunda selama sepuluh hari. Kapal tersebut terpaksa kembali ke darat untuk mengantar salah satu krunya yang didiagnosa menderita usus buntu saat melakukan pencarian di Samudera Hindia sebelah selatan.

Menurut keterangan Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) yang dikutip oleh News.com.au, Fugro Discovery tak punya pilihan lain selain kembali ke pelabuhan Fremantle, Perth, Australia. Perjalanan untuk kembali akan menelan waktu hingga lima hari lantaran saat ini kapal pencari MH370 tersebut berada di perairan yang berjarak lebih dari 2.000 kilometer dari Fremantle. Maka pencarian pun tertunda hingga 10 hari, karena kapal tersebut akan membutuhkan waktu lima hari lagi untuk menuju lokasi pencarian.

"Saat diketahui seorang kru mengalami sakit, Fugro Discovery berada pada jarak lebih dari 2.000 kilometer dari Fremantle - jauh di luar jangkauan helikopter manapun," kata ATSB.

"Satu-satunya pilihan adalah untuk kembali ke pelabuhan," sambung mereka.

Seorang juru bicara ATSB mengatakan, bersamaan dengan insiden ini, kebetulan kondisi cuaca juga sedang buruk sehingga tidak memungkinkan para kru untuk bekerja.

Sementara itu, kapal lain yang membantu pencarian, Fugro Equator, juga sedang berlabuh di Fremantle. Belum ada perkembangan soal pencarian pesawat rute Kuala Lumpur-Beijing yang hilang lebih dari setahun itu.

Lebih dari 70.000 kilometer persegi wilayah, atau sekitar 60 persen dari wilayah pencarian sudah disisir oleh kapal pencari sejak bulan Oktober lalu. Namun, belum ada jejak keberadaan pesawat jenis Boeing 777 tersebut.

Load More