Suara.com - Presiden Prancis Francois Hollande mengumukan keadaan darurat menyusul serangan teroris di 6 titik kota Paris. Holande juga memastikan pihaknya akan menjaga ketat dan memeriksa setiap perbatasan masuk ke Prancis. Selain penerbangan, jalur kereta api yang menghubungkan Prancis dengan negara Eropa lain juga mengalami penundaan.
"Ini sangat mengerikan," katanya dalam wawancara dengan stasiun televisi lokal.
"Ini serangan yang sangat brutal. Kami tahu mereka (teroris) datang darimana, siapa pelakunya, dan siapa terorisnya," lanjut Hollande.
Selain Prancis, Belgia juga mengumumkan akan menjaga ketat perbatasan dengan sejumlah negara Eropa, terutama yang berbatasan langsung dengan Prancis.Akibat kejadian ini, Hollande membatalkan kunjungannya ke Turki untuk menghadiri pertemuan G-20.
Teroris melakukan aksi bom dan serangan senjata di 6 titik, termasuk 2 restoran, gedung konser musik dan bar di luar stadion Stade de France. Aksi ini menewaskan sedikitnya 120 korban tewas dan luka-luka. Saat serangan terjadi, Presiden Hollande sedang menyaksikan pertandingan persahabatan antara Prancis dan Jerman. (Dailymail)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi
-
Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan
-
Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana
-
Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR
-
Kuliah Umum di USU, Wamendagri Tekankan Pentingnya Ideologi & Strategi dalam Kepemimpinan Daerah
-
Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day