Suara.com - Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere, Sabtu (14/11/2015), mengimbau agar peristiwa serangan bom bunuh diri oleh kelompok teroris tidak dihubung-hubungkan dengan arus pencari suaka yang membanjiri Eropa.
"Saya meminta dengan sangat agar menghindari usaha untuk menghubung-hubungkan peristiwa tersebut dengan kondisi para pengungsi," kata de Maiziere.
Maiziere kemudian menambahkan bahwa sudah ada serangan skala besar terhadap para pencari suaka serta tempat penampungan mereka.
Selain meningkatkan keberadaan polisi dan memperketat pengawasan di perbatasan, Maiziere yang usai menghadiri rapat darurat kabinet mengatakan bahwa pasukan keamanan juga akan mengawai lebih ketat kelompok ekstrimis sayap kanan.
Jerman diperkirakan akan kebanjiran sekitar satu juta pencari suaka sepanjang tahun ini, tapi kebijakan untuk menerima pencari suaka juga mendapat tantangan dari dalam negeri sehingga sering terjadi serangan terhadap pusat penampungan pengungsi.
Perdana Menteri Bavaria Horst Seehofer yang merupakan salah satu penentang keras kebijakan pintu terbuka Kanselier Angela Merkel terhadap pengungsi, menegaskan perlu memperketat kontrol di perbatasan internal negara-negara Eropa. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua