Suara.com - Politisi senior Partai Golkar, Popong Otje Djundjunan atau Ceu Popong, memberikan saran kepada Ketua DPR Setya Novanto untuk menghadapi masalah terbaru yang kini sedang dihadapinya.
Diketahui, nama Setya saat ini dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh Menteri ESDM Sudirman Said, dengan tuduhan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.
"Saran Ceu Popong, hadapi. Jangan berbelit-belit. Kalau memang tidak (ada) kesalahan, nggak usah takut. Takut sama Tuhan saja. Sama orang kenapa takut? Terbuka saja. Kalau tidak terbuka, orang akan bertanya-tanya," kata Ceu Popong di DPR, Selasa (17/11/2015).
Ceu Popong yang merupakan juga rekan satu partai Setya, sependapat supaya kasus ini tetap diproses. Anggota Komisi X ini sendiri mengaku dirinya memang belum bertemu dengan Setya, namun tetap memberikan support kepada juniornya tersebut.
"Intinya, Ceu Popong tidak akan berpihak ke sana atau ke sini, walaupun satu partai," ujarnya lagi.
Ceu Popong sendiri mengaku tidak mau menduga-duga motivasi dari laporan Sudirman Said ini. Namun menurutnya, niat pelaporan ini perlu menjadi dasar untuk melihat langkah yang akan diambil.
"Artinya, segala sesuatu itu sebetulnya bergantung dari niatnya apa. Itu saja. Kalau niatnya untuk kepentingan umum, kepentingan rakyat, perbaikan dan sebagainya, ya, memang harus dilaporkan. Tapi jangan ada maksud lain," tuturnya.
"Biarkan kasus ini berjalan tahap demi tahap. Tahap yang pertama kan laporan, dan laporan itu bergantung niatnya, apakah itu positif untuk penyelamatan secara makro, atau ada niat-niat khusus. Tentu kita kan tidak tahu. Hanya dia yang tahu," tambah Ceu Popong.
Anggota DPR yang pertama kali dilantik pada 1 Oktober 1987 ini juga tidak menyarankan bila laporan Sudirman Said ke MKD ini dijadikan bahan laporan ke ranah pidana (laporan balik), saat terbukti tidak benar. Sebab menurutnya, hal itu malah akan menimbulkan keriuhan baru.
"Jangan ujug-ujug lapor balik dong. Nanti malah jadi ramai. Orang-orang makin bingung. Lebih baik menurut Ceu Popong, wait and see saja. Dalam arti, apa yang sebenernya terjadi, sampaikan. Jangan ujug-ujug melaporkan balik. Kalau makin ramai begini, mau kapan ini orang-orang fokus kerjanya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar
-
Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
-
Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan
-
4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
-
Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid