Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Jaksa yang ditugaskan menjadi penyelidik dan penyidik serta penuntut di Komisi Pemberantasan Korupsi, Yudi Kistiana, tidak memasalahkan Kejaksaan Agung menariknya kembali untuk bertugas di Gedung Bundar.
"Saya akan tunduk pada mekanisme institusi baik birokrasi di KPK atau di kejaksaan. Karena saya sebagai jaksa yang ditugaskan di KPK dan apabila ada penugasan baru di tempat lain saya akan laksanakan," kata Yudi di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2015).
Dia mengaku belum tahu kalau akan menjabat Kepala Bidang Penyelenggara pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejagung.
"Officially saya belum terima, namun saya baru tahu dari media, dari Watshapp dan dari teman. Katanya sudah ada kabar ini sejak tanggal 12 November lalu," katanya.
Di KPK, Yudi baru bertugas empat tahun lebih tiga bulan.
"Jadi sampai saat ini masuk tahun keempat tiga bulan. Kemudian, apabila ada keperluan birokrasi saya dibutuhkan di tempat lain ya saya akan turuti. Sebab, saya, kan tidak hanya menangani teknis yuridis saja juga soal akademis," katanya.
Yudi merupakan salah satu jaksa yang diperhitungkan. Selama bertugas empat tahun di KPK, dia sudah menangani beberapa kasus besar. Dia pernah menangani korupsi proyek Hambalang yang menyeret mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urabaningrum, Andi Mallarangeng. Saat ini, dia menangani kasus suap hakim yang menyeret pengacara Otto Cornelis Kaligis.
"Saya akan tunduk pada mekanisme institusi baik birokrasi di KPK atau di kejaksaan. Karena saya sebagai jaksa yang ditugaskan di KPK dan apabila ada penugasan baru di tempat lain saya akan laksanakan," kata Yudi di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2015).
Dia mengaku belum tahu kalau akan menjabat Kepala Bidang Penyelenggara pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejagung.
"Officially saya belum terima, namun saya baru tahu dari media, dari Watshapp dan dari teman. Katanya sudah ada kabar ini sejak tanggal 12 November lalu," katanya.
Di KPK, Yudi baru bertugas empat tahun lebih tiga bulan.
"Jadi sampai saat ini masuk tahun keempat tiga bulan. Kemudian, apabila ada keperluan birokrasi saya dibutuhkan di tempat lain ya saya akan turuti. Sebab, saya, kan tidak hanya menangani teknis yuridis saja juga soal akademis," katanya.
Yudi merupakan salah satu jaksa yang diperhitungkan. Selama bertugas empat tahun di KPK, dia sudah menangani beberapa kasus besar. Dia pernah menangani korupsi proyek Hambalang yang menyeret mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urabaningrum, Andi Mallarangeng. Saat ini, dia menangani kasus suap hakim yang menyeret pengacara Otto Cornelis Kaligis.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng
-
Gebrakan Baru Donald Trump: Pentagon Bakal Buka-bukaan Soal Alien dan UFO
-
Kami Lapar! Suara Marinir AS di Tengah Perang Iran: Makanan Minim, Moral Prajurit Anjlok
-
Kunjungi Lembah Tidar, Prabowo Bakal Beri Pengarahan Langsung ke 478 Ketua DPRD se-Indonesia
-
Intip Rutinitas Sabtu Pagi Prabowo: Berenang di Hambalang Lalu Terbang ke Magelang
-
Lebih Enak MBG? Penampakan Makanan Tak Layak Prajurit AS Saat Perang Lawan Iran
-
Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan
-
Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut
-
Tanggapi Ancaman Blokir Wikipedia, DPR Minta Pemerintah Kedepankan Dialog dan Kehati-hatian
-
Harga BBM Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik Hari Ini, DPR Beri Wanti-wanti