- Angkatan Laut Amerika Serikat membantah laporan kekurangan makanan pada kapal perang USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli di Timur Tengah.
- Pejabat militer memastikan seluruh awak mendapatkan pasokan makanan bernutrisi dengan porsi penuh untuk mendukung keberlangsungan misi tempur mereka.
- Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa logistik kedua kapal tersebut dalam kondisi aman dengan persediaan lebih dari tiga puluh hari.
Suara.com - Angkatan Laut Amerika Serikat membantah keras laporan yang menyebut kapal perang mereka di Timur Tengah mengalami kekurangan makanan.
Isu ini mencuat setelah beredarnya foto-foto makanan yang dinilai tidak layak di media sosial.
“Laporan terbaru yang menyebut kekurangan makanan dan kualitas buruk di kapal kami adalah tidak benar,” demikian pernyataan resmi dari Kantor Kepala Operasi Angkatan Laut yang dipimpin Laksamana Daryl Caudle dilansir dari NY Post.
Dalam pernyataannya, pihak Angkatan Laut memastikan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal serbu amfibi USS Tripoli memiliki pasokan makanan yang cukup.
Militer AS menegaskan seluruh awak tetap mendapatkan makanan dengan porsi penuh dan gizi seimbang.
“Setiap awak menerima makanan yang cukup dan bernutrisi. Kesehatan serta kesejahteraan personel adalah prioritas utama,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebelumnya, beredar oto nampan makanan dengan porsi kecil yang disebut berasal dari kedua kapal tersebut.
Salah satu gambar menunjukkan hanya sedikit daging suwir dan satu tortilla, sementara lainnya menampilkan wortel rebus, daging kering, dan makanan olahan berwarna abu-abu.
Keluarga awak kapal bahkan mengeluhkan kualitas makanan yang dinilai tidak layak.
Baca Juga: Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut
“Makanannya hambar dan tidak cukup, mereka terus merasa lapar,” ujar seorang pastor di West Virginia yang mengaku mendapat cerita dari keluarga personel militer.
Foto-foto tersebut langsung viral dan memicu kritik tajam di media sosial.
Sejumlah pengguna menyebut makanan itu tidak layak bahkan untuk anjing hingga menyerupai ransum kelaparan.
Meski demikian, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut membantah tudingan tersebut.
Hegseth menyebut laporan itu sebagai berita palsu dan memastikan pasokan logistik dalam kondisi aman.
“Tim saya telah mengonfirmasi, kedua kapal memiliki persediaan makanan lebih dari 30 hari. Personel kami mendapatkan yang terbaik,” tulis Hegseth di platform X.
Berita Terkait
-
Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut
-
Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata
-
Ziarah Berujung Tangis, Bule Ini Kehilangan Rp6 Juta Diduga Digondol Sopir Pribadi
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Ironi Korupsi Haji: Bos Maktour Absen Diperiksa KPK Karena Sedang Ibadah di Arab Saudi
-
Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo
-
Revisi UU Polri Disebut Tak Banyak Berubah, DPR Fokus pada 8-9 Pasal
-
Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba
-
Berkas Lengkap! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Kritik Rencana MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Arab, DPR: Urus Dulu yang di Dalam Negeri
-
Kasus Riset Palsu di Denmark, Mendiktisaintek Temukan Dugaan Pencatutan Nama Kampus
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?