Suara.com - Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan kapal induk Charles de Gaulle akan dikirimkan ke Laut Tengah timur untuk meningkatkan gerakan di Suriah di tengah Paris semakin gencar melancarkan pengeboman atas kelompok ISIS.
Langkah itu diambil setelah serangan di ibu kota Prancis, yang diklaim kelompok keras IS, hingga mengakibatkan 129 orang tewas dan ratusan lagi luka-luka.
"Kapal induk Charles de Gaulle akan berangkat pada Kamis menuju Laut Tengah timur, yakni tiga kali lipat dari kemampuan kami dalam mengambil tindakan," kata Hollande kepada anggota parlemen di Versailles, Prancis.
Kapal unggulan angkatan laut Prancis itu memakan waktu beberapa hari untuk sampai tujuan, di dekat Suriah atau Lebanon, namun tidak mencapai negara Teluk sebagai tujuan awalnya, hingga bulan depan.
Dengan penerbangan 26 jet tempur, kapal induk bertenaga nuklir itu akan meningkatkan kemampuan Prancis melancarkan serangan udara, ditambah dengan 12 pesawat Prancis, yang saat ini ditempatkan di Uni Emirat Arab dan Yordania.
"Kami akan melanjutkan serangan dalam beberapa pekan ke depan. Tidak akan ada jeda dan gencatan senjata. Prancis dalam situasi perang. Kami dalam perang melawan terorisme, yang mengancam seluruh dunia," kata Hollande menambahkan.
Kapal induk Charles de Gaulle melaksanakan tugasnya di negara Teluk sejak Februari 2015, beberapa minggu setelah serangan Islamis di Paris menewaskan 17 orang, yang menyebabkan serangan balik terhadap IS di Irak dilakukan, sebelum kembali ke pangkalan di pelabuhan Toulon, Prancis. (AFP/Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Industri Otomotif China Terjebak Persaingan Brutal yang Mengancam Loyalitas Konsumen
-
LDA Keraton Solo Ancam Buka Paksa Akses yang Dikunci, Penghalang Revitalisasi Bakal Dipidanakan
-
Iran Terancam Balasan Fatal karena Bunuh Tentara Donald Trump
-
Argentina Kalah di Final, Kata-kata Messi di Ruang Ganti Munculkan Spekulasi Liar
-
Bagi-Bagi Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan, Bebaskan Fitur AI Canggih untuk Jutaan Pengguna XLSmart
-
Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan
-
Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300
-
Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi, Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita
-
Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara
-
KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat