Suara.com - Walikota Bandung Ridwan Kamil mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (24/11/2015). Dia ingin melaporkan sesuatu ke sana.
Saat tiba di Gedung KPK, Pria yang biasa disapa Kang Emil tersebut mengutarakan maksud kedatangannya yang berkeinginan untuk berkoordinasi dengan pihak KPK terkait peringatan hari anti korupsi nanti di Bandung.
"Intinya mau rapat peringatan anti korupsi tanggal 10-11 Desember 2015 di Bandung mau koordinasi dengan pimpinan KPK terkait hal teknis," kata Kang Emil di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Sebagai orang nomor satu di Bandung, Kang Emil mengatakan bahwa pihaknya sudah siap untuk mensukseskan acara yang berlangsung dua hari tersebut. Kehadirannya ke KPK pun ingin menyampaikan persiapan Bandung dalam rangka hari antikorupsi tersebut.
"Bandung sudah siap diberbagai areanya.Persiapannya, sekarang mau di umumkan," kata Pria yang sangat mendukung Klub Laliga Spanyol, Barcelona tersebut.
Hari Antikorupsi jatuh pada 9 Desember setiap tahunnya. Untuk tahun ini KPK sebagai Lembaga yang bergerak untuk memmberantas korupsi melaksanakannya di Kota Bandung. Dipilihnya Bandung sebagai tempat dilaksanakannya even tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Bandung menjalankan roda pemerintahan yang dinilai cukup bersih.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
-
Sidang Korupsi Sertifikasi K3 Kemnaker Ditunda, Terdakwa Minta Waktu Pelajari BAP
-
Kesaksian Mencekam Penghuni Apartemen Mediterania: Terjebak Asap Hitam, Alarm Tak Bunyi
-
Soroti Kasus Little Aresha, Pakar UGM: PerempuanPekerja Berhak atas Fasilitas Daycare Terjangkau
-
Sering Terjadi Penembakan, Australia Godok Aturan Jaga Ketat Perayaan Orang Yahudi
-
Keterlibatan Perempuan di Energi Terbarukan Masih di Bawah 15 Persen, Apa Sebabnya?
-
Gus Ipul Pastikan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Buntut Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha, DPR Desak UGM Nonaktifkan Dosen Cahyaningrum Dewojati!
-
Detik-detik Mencekam di Apartemen Mediterania: Alarm Tak Bunyi, Warga Panik
-
China Soroti Arogansi AS di Selat Hormuz, Beijing Minta Washington Akhiri Konflik