Suara.com - Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso mengungkapkan saat ini sudah ada 541 narkotika jenis baru.
"Ada 36 narkotika jenis baru yang sudah masuk dalam laboratorium kita, dan akan kita masih terus memantau jenis baru lainnya," ujarnya di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (24/11/2015).
Dia menjelaskan narkotika jenis baru tersebut telah selesai dikelompokan dalam golongan yang sudah ada.
Dengan demikian, bila ada masyarakat yang menggunakannya, maka dapat saja dijerat dengan pasal yang ada.
Ia pun menegaskan untuk di seluruh dunia telah ditemukan adanya 541 narkotika jenis baru.
Sebagai upaya pencegahannya, BNN bersama lembaga lainnya akan terus melakukan koordinasi agar dapat meningkatkan pengawasan dan penindakan.
Oleh karena, dinilainya, selama ini narkotika yang dikenal, seperti sabu, ganja, heroin, ekstasi dan beberapa lagi.
"Untuk yang jenis baru akan kita sampaikan agar dapat dicegah, dan tak masuk Indonesia," katanya.
Budi Waseso menyatakan di antara narkotika jenis baru yang sedang ramai dewasa ini adalah ganja sintetis.
Narkotika yang sudah ditemukan dua tahun lalu tersebut, menurut dia, baru ramai dalam enam bulan terakhir.
Karena banyaknya permintaan, pengedar melakukan produksi massal dan memasukannya ke Indonesia.
"Sekarang ramai peredarannya di kampus-kampus," ujarnya.
Mengenai ganja sintetis, Budi Waseso mengatakan bila kadar kimia yang terkandung sangat besar dan memberikan efek ketagihan sangat tinggi dibandingkan ganja biasa.
"Ini tergolong sangat bahaya, karena pemakainya akan sangat kecanduan setelah sekali memakainya," katanya.
Sementara itu, Bea Cukai KPU Bandara Soekarno-Hatta telah menggagalkan penyelundupan narkotika berbagai jenis dari 19 kasus berbeda dengan nilai estimasi Rp54 miliar lebih. (Antara)
Berita Terkait
-
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tiga Polisi di Katingan
-
Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung
-
Miris! Eks Kapolres Bima Kota Pakai Uang Sabu Rp434 Juta Buat Umrah Keluarga
-
Bukan Tenggelam! Bercak Darah Buktikan 3 Polisi Katingan Dihabisi Sebelum Dibuang ke Sungai
-
Jangan Cuma Pelaku Lapangan! Mabes Polri Harus Bongkar Otak Sindikat Narkoba di Katingan
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam