Suara.com - KPK memilih Kota Bandung sebagai tuan rumah peringatan festival nasional hari antikorupsi sedunia 10 Desember 2015 mendatang. Peringatan tersebut diundur satu hari dikarenakan pada tanggal 9 Desember 2015 ada Pilkada serentak.
Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Johan Budi SP mengatakan, pihaknya akan melibatkan banyak pihak dalam Festival Antikorupsi yang akan dihelat selama dua hari tersebut.
"Pak Jokowi akan hadir untuk tanggal 10 yang akan diikuti oleh semua komunitas dan beberapa kementerian, NGO dan ada BUMN juga akan ikut festival antikorupsi," kata Johan dalam jumpa pers bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di KPK, Selasa (24/11/2015).
Johan mengatakan, KPK memilih Bandung sebagai tuan rumah tahun ini bukan tanpa alasan. Menurut dia, Bandung yang merupakan kota dengan banyak komunitas diharapkan bisa menyampaikan pesan antikorupsi.
"Tidak sekadar konser-konser, tapi berharap agar kegiatan itu bisa menyebar dan mengeluarkan virus-virus antikorupsi itu sendiri," ujar mantan juru bicara KPK itu.
Ridwan Kamil pun menyambut baik terpilihnya Kota Bandung sebagai tuan rumah festival antikorupsi.
Salah satu faktornya, kata dia, karena partisipasi warga yang sangat tinggi.
"Komunitasnya tinggi ada sekitar 5.000-an anak muda, menyebarkan virus antikorupsi. Tidak melulu media formal, tapi jaringan sosial yang disebut komunitas," kata Kang Emil-sapaan Ridwan Kamil.
Yang menarik, pada 10 sampai 11 Desember nanti, Pemprov Bandung bakal melakukan sejumlah kegiatan antikorupsi. Salah satunya, menyiapkan 4.000 masjid di Bandung untuk memberikan siraman rohani soal antikorupsi.
"Antikorupsi dalam perseptif islam dan tema-nya sampai tahun depan tentang kejujuran. Berbasis nilai-nilai sosial keagamaan di Kota Bandung," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Bom Meledak di Bus Kolombia Hingga Ciptakan Kawah Besar, 20 Orang Tewas
-
BEM KSI: Dasco Selesaikan Masalah Dana Umat Katolik Secara Bijak, Isunya Jadi Tak Melebar
-
Anak 14 Tahun Tewas Dirudal Israel di Palestina
-
Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump
-
Thailand Tangkap Mastermind Hybrid Scam Asal Indonesia, Tipu Investor AS di Aplikasi Kencan Online
-
Menteri PPPA Turun Tangan, Korban Kasus Daycare Little Aresha Dapat Pendampingan Psikososial
-
2 Eks PM Israel Bersatu Mau Gulingkan Benjamin Netanyahu