Suara.com - Ketegangan di Timur tengah semakin meningkat menyusul perkembangan terbaru setelah sebuah pesawat jet milik Rusia ditembak jatuh oleh militer Turki karena dituding melanggar wilayah udara Turki.
Kremlin mengambil sikap dengan mengirimkan misil ke perbatasan Suriah dan Turki.
Pejabat Kementerian Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan Kremlin mengirimkan misil ke pangkalan Hemeimeem di Provinsi Latakia, Suriah.
Itu artinya, misil anti pesawat tempur S-400 milik Rusia ditempatkan persis di ‘hidung’ perbatasan Turki.
Misil itu mempunyai daya tembak jarak jauh sekitar 250 mil yang bisa mencapai perbatasan Turki.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, mengklaim kalau Turki sudah menjadi kaki tangan teroris untuk menyerang negara lain.
Pejabat kedua negara kini juga saling melempar perang pernyataan dan sama-sama ngotot mengklaim diri benar atas peristiwa penembakan itu.
Pada Selasa pagi, pesawat tempur Turki menembak-jatuh satu pesawat tempur Su-24 milik Rusia, setelah mengeluarkan sejumlah peringatan mengenai dugaan pelanggaran wilayah udara Turki oleh pesawat Rusia itu. Namun Rusia menyatakan pesawatnya "ditembak-jatuh di wilayah udara Suriah".
"Kedua pilot pesawat Su-24 tersebut melontarkan diri dari pesawat. Menurut data awal, salah seorang dari mereka tewas di udara akibat tembakan dari darat," kata Sergei Rutskoy, Kepala Direktorat Operasi Utama Staf Umum Rusia, di dalam pernyataan daring Kementerian Pertahanan Rusia.
Rutskoy juga mengkonfirmasi seorang Marinir Rusia tewas selama operasi pertolongan dan satu helikopter Mi-8 ditembak-jatuh. Namun, operasi pencarian pilot pesawat Su-24 tersebut akan dilanjutkan. (dailystar)
Berita Terkait
-
Prabowo Jadi Tamu Utama Forum Ekonomi Rusia, Putin Siapkan Pertemuan Bilateral
-
Rekaman Dramatis Kompleks Pabrik Kimia di Rusia Meledak, 7 Orang Tewas 152 Luka-luka
-
Perang Belum Usai, 1,6 Juta Anak Ukraina Disebut Masih Terpisah dari Keluarga
-
Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah
-
Jepang Mengamuk, Vladimir Putih Cuek Bebek Usai Kunjungan ke Pulau Sengketa
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah
-
Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen
-
Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass