Suara.com - Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah mengungkapkan alasan Komisi III DPR, semalam, memutuskan menunda proses uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK hingga minggu depan.
"Kan ini fit and proper test dari awal banyak yang sudah mewanti-wanti ke sembilan srikandi pansel (panitia seleksi), saya mendapat laporan sembilan srikandi tidak kompak, ada srikandi ngotot ada jaksa, dan ada srikandi yang ngotot tidak ada jaksa, dan ini yang terjadi pada akhirnya di Komisi III," ujar Fahri di DPR, Kamis (26/11/2015).
Atas polemik tersebut, muncul beberapa opsi di Komisi III sebelum memutuskan waktu penyelenggaraan fit and proper test. Salah satu opsinya mengembalikan seluruh nama calon pimpinan KPK ke Presiden Joko Widodo karena dianggap cacat dalam proses seleksi.
Bila opsi mengembalikan calon pimpinan KPK ke Presiden yang dipilih Komisi III, masa depan KPK terancam karena masa kerja pimpinan saat ini akan berakhir pada 16 Desember 2015. Itu sebabnya, kalau opsi itu dipilih, Presiden Jokowi harus menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang untuk menanganinya kekosongan pimpinan KPK.
"Kalau itu yang dipilih, Presiden bisa menerbitkan Perppu dan bisa aja, karena tidak boleh terjadi kekosongan," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK
-
KPK Ungkap Orang yang Klaim Bisa Urus Kasus Bea Cukai Ada di Semarang
-
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pigai: Kebebasan Berpendapat Ada Batasnya
-
Apa Bedanya Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa? Heboh Anggaran Sepatu Rp700 Ribu Sepasang