Suara.com - Badan Intelijen Negara (BIN) mendata terdapat sekitar 100 warga Indonesia yang diduga bergabung dengan kelompok gerakan teroris ISIS yang pulang ke Tanah Air. Namun berdasarkan data Kepolisian RI, jumlahnya tidak sampai sebanyak itu.
"Kalau data kami tidak sebesar itu, hanya sekitar 60-70 orang. Mereka ini identitasnya jelas. Kecuali yang pulang diam-diam, kami belum tahu itu," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, saat dikonfirmasi, Kamis (26/11/2015).
Menurut Badrodin, puluhan WNI anggota ISIS itu kembali ke Tanah Air dengan motif yang berbeda-beda. Sebagian dari mereka ada yang kembali karena dideportasi, dan sebagian lagi karena memang keinginan sendiri untuk pulang kampung. Atas kepulangan mereka, kepolisian terus mengawasi mereka guna antisipasi potensi ancaman yang mungkin terjadi.
"Ada yang pulang sukarela, (ada yang) dideportasi. Mereka kami pantau terus (pergerakannya setiba di Tanah Air)," ujarnya.
Badrodin menambahkan, rata-rata WNI yang bergabung dengan kelompok ekstrem ISIS di Suriah itu menggunakan biaya pribadi.
"Rata-rata mereka biaya individu, bahkan ada yang menjual aset pribadinya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah