Suara.com - Politisi PDI Perjuangan Eva K Sundari meminta supaya dalam pembahasan revisi UU nomor 30/2002 tentang KPK terbuka dan melibatkan seluruh elemen. Hal itu perlu dilakukan supaya kekhawatiran masyarakat dengan wacana pelemahan KPK lewat revisi ini, hilang.
"Yang penting adalah partisipasi masyarakat dibuka, jangan hanya sekedar mengikuti pemerintah dan DPR. Kalau prosesnya terbuka, termasuk KPK, diberi peluang untuk masuk ke dalam pemerintah dan diberi ruang untuk memberikan pernyataan dan seterusnya, bukan sebagai tim yang pasif, saya pikir kekhawatiran masyarakat bisa dikurangi," kata Eva usai menghadiri acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta, Minggu (29/11/2015).
Dia meminta, dalam proses pembahasan revisi ini dilakukan dengan cara akuntabel dan transparan. Supaya, kekhawatiran masyarakat atas upaya pelemahan KPK terminimalisir.
Apalagi, sambungnya, revisi ini belum disahkan. Sehingga masih ada ruang negosiasi sehingga masyarakat dan KPK bisa memberikan masukan supaya kinerja KPK lebih baik di kemudian hari.
"Ini keputusan belum diambil. Saya sarankan harus terbuka. Karena ruang negosiasi masih terbuka dan biarkan masyarakat bersuara. Dan terutama, KPK, silakan, sebagai bagian dari pemerintah, melakukan argumen dan memberikan rekomendasi," ujar dia.
Berita Terkait
-
KPK Disebut Tak Lagi 'Sakti' Sejak Jadi ASN, Independensinya Hilang
-
Jokowi Lempar Bola Panas, Mungkinkah KPK Kembali Sakti?
-
Buka-bukaan Soal Revisi UU KPK 2019, Legislator DPR Ini Bongkar Nama-nama Inisiator di Senayan
-
Legislator PDIP Minta Jokowi Bertanggung Jawab soal Revisi UU KPK
-
Politisi PDIP Sentil Jokowi Soal Revisi UU KPK: Sebagai Mantan Presiden Tanggung Jawab Itu Tetap Ada
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas