Suara.com - Polda Metro Jaya (PMJ) mencatat 23 anggota terlibat tindak pidana narkotika selama Januari-Oktober 2015.
"Kita proses hukum dan sidang kode etik profesi," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Eko Daniyanto di Jakarta, Minggu.
Eko menyatakan penegakan hukum terhadap anggota kepolisian yang terbukti terlibat narkoba akan ditindak tegas sesuai hukum dan tanpa "tebang" pilih.
Eko menyebutkan 23 anggota yang terlibat narkoba tersebar di Polda Metro Jaya sebanyak 10 orang, Polrestro Jakarta Pusat (tiga orang) dan Polrestro Tangerang (dua orang).
Selanjutnya, Polresta Tangerang Kabupaten (tiga orang), Polrestro Jakarta Barat (satu orang), Polrestro Jakarta Utara (tiga orang) dan Polrestro Jakarta Selatan (satu orang).
Eko menjelaskan anggota yang terlibat mulai dari pengguna hingga pengedar dengan proses pengungkapan tertangkap tangan dan pengembangan kasus.
Sejumlah anggota kepolisian yang terlibat narkoba itu memiliki shabu, ekstasi dan alat pengguna shabu (bong) tertangkap di apartemen, rumah toko, pemukiman, serta hotel.
Eko menegaskan pihaknya tidak akan memberikan kelonggaran hukuman yang terbukti menyalahgunakan narkotika dengan ancaman pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Pakar UGM: Perang AS-Israel Vs Iran Pertegas Momentum Indonesia Keluar dari Board of Peace
-
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus
-
Siapa Ermanto Usman? Mantan Pegawai JICT yang Tewas Mengenaskan di Bekasi
-
Pemuda 22 Tahun Dibekuk Bawa Sabu 102 Gram, Begini Modus Penyamarannya
-
Strategi Perang AS-Israel Lawan Iran Dinilai Sembrono dan Tanpa Roadmap Jelas
-
Gubernur Ahmad Luthfi Bantah Bareng Bupati Pekalongan Saat OTT KPK: Enggak, Info dari Mana?
-
Pemprov DKI Wanti-Wanti Perusahaan Soal Pencairan THR, Sanksi Berat Menanti Bagi yang Tidak Taat
-
BMKG: Jabodetabek Bakal Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga Sore
-
Remaja Makassar Tewas Tertembak Polisi, Anggota DPR Ini Desak Polri Usut Tuntas
-
Fadia Arafiq Ngaku Sedang Bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Saat KPK Gerebek Rumahnya