Suara.com - Prancis menyatakan bahwa pelaku bom Paris hanya membutuhkan tidak lebih dari 30.000 euro atau sekitar Rp430 juta untuk melaksanakan aksinya.
Para pelaku tersebut membiayai aksinya dengan mengumpulkan sumbangan-sumbangan kecil dan membelanjakannya dalam jumlah yang kecil pula, sehingga sulit untuk dilacak karena menggunakan kartu kredit prabayar, demikian keterangan Menteri Keuangan Prancis Michel Sapin dalam konferensi pers.
"Biaya dari rangkaian serangan ini tidak lebih dari 30.000 euro," kata Sapin.
Hal ini mengindikasikan bahwa para pelaku tidak harus memindahkan uang dalam jumlah yang besar dalam masa persiapannya, kata dia.
Unit intelejen di Kementerian Keuangan Prancis, Tracfin, mengatakan bahwa sejumlah kartu prabayar, yang beberapa di antaranya dibeli di Belgia, digunakan untuk menyewa beberapa mobil dan apartemen yang digunakan para pelaku 48 jam sebelum serangan bom terjadi.
Sapin menjelaskan bahwa pelacakan uang dalam jumlah yang kecil berpotensi menjadi "krusial" dalam upaya pemberantasan terorisme, terutama jika data tersebut dikumpulkan bersama bagian-bagian lain dari penyelidikan.
Sebagai bagian dari upaya perbaikan aktivitas pengintaian dana yang berpotensi digunakan untuk melancarkan serangan terorisme, pemerintah Prancis berencana untuk memberi Tracfin akses yang lebih mudah bagi data-data keuangan milik para terduga.
Pada 13 November lalu, sejumlah bom meledak di sejumlah kawasan Kota Paris dalam sebuah serangan yang terkoordinasi. Insiden tersebut telah menewaskan 130 orang dan melukai 368 orang. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Petani Kena Imbas UU Ciptaker, Aliansi GEBRAK: Tentara Sekarang Ikut Tanam Jagung!
-
Peringati May Day: Massa Buruh Seragam Merah Gotong 'Rudal' Raksasa ke Gerbang DPR!
-
'Nggak Habis Pikir Aku!' Prabowo Heran Lihat Orang Pintar Justru Pintar Maling
-
Donald Trump Ancam Iran Pakai Gambar AI Berpistol: No More Mr Nice Guy!
-
Suara Ojol Didengar Prabowo, Asosiasi Apresiasi Potongan Aplikasi 8 Persen
-
Mahasiswa Prancis di Singapura Terancam 2 Tahun Penjara Gara-gara Jilat Sedotan Vending Machine
-
Negara Akan Ambil Alih! Prabowo Terbitkan Keppres Satgas PHK, Pasang Badan Bela Buruh yang Terancam
-
Audiensi di DPR, Buruh Tuntut Upah Layak dan Hapus Outsourcing
-
Konvoi Global Sumud Tembus Blokade Israel, Lanjutkan Misi Kemanusiaan ke Gaza
-
Yakinkan Buruh Bisa Punya Rumah! Prabowo Dobrak Aturan Bank, Beri Napas Cicilan KPR hingga 40 Tahun