Satu-satunya kampanye terbuka yang digelar pasangan nomor urut 2, setelah melakukan serangkaian kampanye tertutup/terbatas selama tiga bulan terakhir sesuai jadwal KPU, berlangsung meriah.
Tidak hanya karena dihadiri belasan ribu massa yang datang dari berbagai penjuru/pelosok Trenggalek, rangkaian kegiatan kampanye terbuka digelar di tiga titik sekaligus dengan melibatkan aneka kelompok seniman daerah, Reog Ponorogo, hingga mendatangkan sejumlah kontestan dalam pekan Jember Fashion Carnival di depan Stadion Menak Sopal yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kota Trenggalek.
Sayang, beberapa insiden kecil sempat mewarnai jalannya kampanye seperti gagal terbangnya paralayang bermotor yang sedianya membawa Cabup Emil Elestianto Dardak melintasi kota Trenggalek, dari lapangan Sumbersoko menuju lokasi kampanye di lapangan Sumbergedong.
Insiden kecil itu berdampak terhadap molornya skenario kehadiran Emil di lokasi kampanye. Namun berhasil ditutupi dengan penampilan apik nan menarik dari aksi-aksi panggung grup band Kotak yang membawakan sejumlah lagu hit milik mereka sehingga mampu "menghipnotis" massa kampanye.
"Kampanye akbar ini kami gelar, selain dalam rangka memobilisasi dukungan pemilih juga agar di masa mendatang bisa menjadi catatan sejarah yang akan dilihat oleh anak-cucu kita. Bahwa pada 2015 di Trenggalek terjadi peristiwa politik besar yang melibatkan sejumlah tokoh politik nasional, grup band papan atas, serta banyak kelompok kesenian lokal dalam memeriahkan kampanye terbuka ini," kata Cabup Emil saat memberi keterangan kepada wartawan usai kampanye.
Ia menegaskan tidak terlalu risau dengan tudingan pihak lain yang menyebut, kampanye akbar tersebut sia-sia karena tidak menjamin kemenangan dalam pilkada.
Menurut Emil maupun Arifin, jauh lebih penting untuk ikut andil dalam membangun demokrasi di Trenggalek dengan melibatkan seluruh elemen politik, seluruh masyarakat, bahkan kesenian-kesenian lokal ditampilkan.
"Semua untuk menunjukkan bahwa pesta demokrasi ini adalah pesta kita semua. Adalah sejarah yang positif untuk Trenggalek, dan Insya Allah, kami, mas Emil dan mas Arifin akan mengantarkan Trenggalek menuju kemajuan," ujarnya. (Antara)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Sebar HIV ke 270 Orang, Mantri Desa Divonis 25 Tahun Penjara
Risty Bongkar Aib Pernikahan, Stuart Curhat Ini
Taufik Hidayat Tewas Gantung Diri di Bekasi
Pengacara Sopir Lamborghini Mengancam, LPSK Siap Lindungi Saksi
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO