News / Nasional
Sabtu, 12 Desember 2015 | 15:05 WIB
Rakor Sinkronisasi Aspirasi Daerah [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman meminta Pemprov DKI Jakarta terus mengupayakan pencegahaan terhadap ancaman terorisme di Ibu Kota. Irman menganggap Jakarta merupakan barometer keamanan di Indonesia.

"Jakarta itu merupakan barometer Indonesia. Jadi amannya Jakarta ukuran amannya Indonesia. Kalau kita lihat berbagai teror di Indonesia, Kalau kita lihat berbagai teror di indonesia, 80 persen di Jakarta," kata Irman di sela-sela rapat koordinasi mengenai Kebijakan Menghadapi Konflik SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan) dan Bahaya Terorisme di DKI Jakarta di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2015).

Sebagai Ibu Kota negara, kata Irman, Jakarta harus bisa memiliki teknologi canggih agar dapat melacak jaringan-jaringan dari kelompok teroris. Jangan sampai, ancaman terorisme terjadi di Jakarta seperti di Paris, Perancis beberapa waktu lalu.

"Itu kenyataan ada, sebab Paris kota besar saja bisa kecolongan, oleh karena itu kami mendukung sekali jakarta ini untuk menyiapkan instrumen teknologi memonitor gerakan siapapun dan dimanapun," katanya

Irman menyadari kondisi keamanan di Jakarta saat ini relatif membaik pascateror beberapa tahun lalu. Meski demikan, dia meminta warga Jakarta tetap waspada terhadap gerakan dari kelompok teroris.

"Alhamdulillah 4-5 tahun terakhir setelah kejadian teror di jakarta sudah hampir 4-5 tahun ini relatif Jakarta sudah baik," kata Irman.

Load More