Kedokteran Forensik RSUP Sanglah Denpasar Bali, sudah melakukan autopsi terhadap tiga jenazah korban bentrokan di sejumlah tempat di Kota Denpasar. Serangkaian bentrokan ini berawal dari bentrok antar-narapidana di dalam Lapas Kelas II A Kerobokan, Kabupaten Badung.
"Kami sudah mengautopsi tiga jenazah yakni Wayan Purnamayasa (32), Ketut Budiarta (36) dan Putu Sumariana (32) Jumat malam (18/12. Sedangkan satu jenazah belum kami autopsi atas nama I Made Mertayasa (27)," kata Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Dudut Rustyadi, Sp.F, di Denpasar, Sabtu (19/12/2015).
Ia menerangkan, penyebab kematian Wayan Purnamayasa alias dogler, pihaknya menemukan dua luka tusukan pada bagian punggung hingga tembus ke jantung, sehingga mengakibatkan korban banyak kehilangan darah.
Selain itu ditemukan luka tusuk pada perut, lecet atau memar pada wajah dan ada luka tangkisan pada punggung tangan kiri.
Untuk jenazah Ketut Budiarta, tim forensik menemukan luka tusuk pada dada kanan sebanyak dua luka tusuk hingga menembus paru-paru korban. Kemudian, ditemukan luka tusuk pada punggung sebanyak dua buah.
Selanjutnya, ada luka tangkis pada lengah bawah kanan dan kiri. Kemudian, luka tangkisan pada telapak tangan dan lecet di sejumlah tubuhnya.
Jenazah ketiga, Putu Sumariana alias robot ditemukan luka tusuk dada sebanyak dua buah hingga mengenai paru-paru, luka tusuk perut bagian kiri, luka lecet di sebagian tubuh.
Untuk satu jenazah yang belum diautopsi atas nama I Made Mertayasa (27) sehingga pihaknya, hari ini merencanakan untuk melakukan autopsi.
"Untuk jenazah yang belum kami otopsi ini kami melihat ada luka tusukan pada punggung, luka tangkisan pada tangan, luka sabetan lengan dan kaki," ujarnya.
Ia menerangkan, untuk jenazah Ketut Budiarta sudah diambil oleh pihak keluarga untuk disemayamkan. Sedangakn, dua jenazah lainnya (Putu Sumariana dan Wayan Purnamayasa) rencananya hari ini diambil keluarga.
"Tindakan otopsi tiga jenazah itu sudah ada persetujuan dari pihak keluarga dan adanya permintaan otopsi dari polisi," katanya.
Ia menambahkan, kasus pembunuhan untuk upaya otopsi tergantung permintaan penyidik untuk dipergunakan dalam pembuktian di pengadilan.
Sebelumnya, bentrokan antarnarapidana dari dua ormas yang berbeda mengakibatkan seorang meninggal yang kemudian memicu bentrok di beberapa tempat di kota Denpasar hingga seluruhnya menelan empat korban jiwa.
Bentrokan antar-kedua ormas itu antara lain terjadi di Jalan Teuku Umar Denpasar yang menyebabkan seorang lagi tewas di tempat dan sejumlah mengalami luka-luka yang segera dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar.
Bentrokan juga terjadi di Jalan Mahendrata Denpasar dan Kawasan Renon yang mengakibatkan sejumlah korban luka-luka dan harus menjalani perawatan di RSUP Sanglah, Denpasar. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Mencekam! Eksekusi Hotel Sultan Berujung Hujan Batu, 119 Orang Digelandang Polisi
-
Konflik Berdarah di Gurdwara Moers Jerman, 11 Orang Luka Parah Rebutan Duit Kuil
-
Nyawa Pelajar Melayang Usai Bentrokan di Bandung, Menteri PPPA Soroti Keamanan Anak
-
Jejak Penembakan Pengacara di Tanah Abang, Polisi Temukan Puluhan Sajam dan Senapan Angin!
-
Bukan Dendam, Penembakan Pengacara di Tanah Abang Ternyata Dipicu Bentrokan Dua Kelompok
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Tak Percaya Polri dan Kejagung, SEMA UGM Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan
-
MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi
-
Roy Suryo Gugat Pasal Peretasan di Praperadilan, Tim Hukum Uji Bukti Lewat Komputer Pengadilan
-
Ledakan di MAN 3 Padang, Densus 88 Sebut Pelaku Terinspirasi Kasus Bom SMAN 72 Jakarta
-
DPR RI Terima Delegasi California, Bahas Kerja Sama Perdagangan hingga Pendidikan
-
Komisi X DPR Dukung MPLS 2026 Berbasis Karakter dan Bebas Perundungan
-
Bawa Empat Saksi dan Satu Ahli, Kuasa Hukum Uji Keabsahan Status Tersangka Roy Suryo
-
KPK Ogah Buru-buru Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus: Jangan Berandai-andai
-
Ekonom Bongkar Alasan Warga Pesimis Cari Kerja: PHK Marak, Ekonomi Melambat