Suara.com - Tim reaksi cepat Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) menangkap tiga orang pelaku perompakan kapal berbendera Singapura MT Joaquim yang terjadi di perairan Selat Malaka pada 8 Agustus 2015.
"Orang yang diduga terlibat perompakan berinisial HU, AG, dan AS. Mereka ditangkap di kawasan Bandung, Jawa Barat, pada 14 Desember 2015. Kita juga berhasil menemukan kapal Kharisma-9," kata Panglima Koarmabar Laksamana Muda TNI A Taufik R di Markas Koarmabar, Gunung Sahari, Jakarta, Rabu.
Pangarmabar menjelaskan, MT Joaquim yang mengangkut 3.500 MT Light Crude Oil (LCO) dirompak di perairan saat tengah berlayar dari East Outer Port Limit (EOPL) menuju Melaka.
Perompak mengambil LCO sebanyak 2.900 MT (shiponing) dan dimuat dikapal mereka MT Kharisma-9. Perompak kemudian merusak mesin hidrolik serta jangkar MT Joaquim agar kapal tersebut tidak bisa berlayar mengikuti kapal mereka.
Koarmabar kemudian mencari keberadaan kapal tersebut dengan mengerahkan unsur-unsur KRI di sepanjang perairan Selat Malaka, Selat Karimata dan Laut Jawa serta didukung oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) untuk mencari keberadaan para pelaku perompakan di darat.
"Akhirnya pada Senin, 14 Desember 2015 Tim WFQR berhasil menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam kasus perompakan MT Joaquim, yakni HU (53) kapten kapal, AG dan AS (30) ABK Mualim I MT Kharisma 9, di Bandung, Jawa Barat," katanya.
Menurut pengakuan ketiga tersangka, setelah melakukan shiponing, MT Kharisma-9 segera berlayar menuju perairan Batam dan menurunkan 7 orang perompak di pulau Karimun Besar. Selanjutnya kapal menuju Laut Jawa dan lego jangkar di perairan Bojonegara, Banten.
Usai perompakan itu, MT Kharisma-9 telah dua kali berganti nama menjadi MT Antela serta MT Union Star. Hal tersebut diketahui setelah pada hari Selasa (15/12) Tim WFQR Koarmabar berhasil menemukan MT Kharisma-9 yang sedang lego jangkar di perairan Bojonegara, Banten, yakni antara Pulau Tarahan dan Pulau Panjang.
Saat ditemukan, kata Pangarmbar, kapal sudah berganti nama menjadi Union Star, cat lambung kapal terindikasi dicat ulang menjadi warna abu-abu dengan warna dasar hitam, mesin kapal dalam keadaan mati, tidak ada ABK.
"Ditemukan juga life jacket bertuliskan Antela, berkas fresh water sounding oleh PT Victor Stell Indonesia atas nama MT Kharisma-9, bekas shipboard marine pollution emergency plan atas nama MT Kharisma-9 serta sisa LCO sebanyak 700 KL," ujarnya.
Para pelaku yang tertangkap mengaku bahwa semua aksi ini atas perintah EN (wanita) dan dibantu oleh BU alias AN yang sampai dengan saat ini masih DPO.
Diketahui juga bahwa ada kapal-kapal yang ikut serta dalam membantu aksi kejahatan ini antara lain MT Patriajaya-1, MT Hartadika dan MT Matahari Laut.
Mereka melaksanakan kegiatan ilegal yaitu MT Matahari Laut memberikan dukungan logistik kepada ABK MT Kharisma 9 pada tanggal 20 Agustus 2015, MT Patriajaya-1 mengambil LCO sebanyak 1100 KL pada tanggal 27 Agustus 2015 dan MT Hartadika juga mengambil LCO sebanyak 1100 KL pada tanggal 3 September 2015.
"Saat ini semua kapal tanker tersebut sudah berhasil ditangkap," kata Taufiq.
Mengakhiri konferensi persnya, Pangarmabar mengatakan, sampai saat ini masih ada 10 DPO sebagai pengembangan dari tindak lanjut investigasi tersebut. (Antara)
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran