Suara.com - Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto mengapresiasi langkah Direktur Jenderal Perhubungan Darat Djoko Sasono yang mengundurkan diri dari jabatannya setelah kemacetan parah yang terjadi sejak Rabu (23/12) malam.
Padahal, menurut Carmelita dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, kemacetan tersebut tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan.
"Kalau melihat secara fair, ini bukan hanya tanggung jawab Kementerian Perhubungan, ada pihak-pihak lain yang secara bersama-sama bertanggung jawab. Akan tetapi, Dirjen Darat mengambil tanggung jawab, ini patut kita apresiasi," katanya.
Carmelita mengatakan bahwa secara historis arus transportasi pada masa libur Natal dan Tahun Baru tidak semasif angkutan Lebaran.
"Ini yang mungkin membuat Kementerian Perhubungan dan Korlantas tidak melakukan kebijakan seperti masa Lebaran karena memang biasanya tidak padat. Kalau Natal dan tahun baru, umumnya ramai di Bandara," katanya.
Namun, kata dia, kondisi tahun ini berbeda. Libur Natal tanggal 25 Desember jatuh pada hari Jumat, ditambah lagi didahului libur Maulid Nabi pada tanggal 24 Desember.
"Orang cukup ambil cuti empat hari, dia bisa libur 11 hari. Ini yang membuat membeludak sebab semua orang ingin liburan. Jadilah kondisi seperti yang kemarin," ujarnya.
Oleh karena itu, Carmelita mengapresiasi langkah Kemenhub menerbitkan larangan truk beroperasi pada masa pergantian tahun.
"Memang beberapa pihak menilai masa larangannya terlalu panjang. Namun, kami melihat ini langkah antisipatif dari pemerintah agar kejadian seperti kemarin bisa diminimalkan," katanya.
Logikanya, lanjut dia, seberapa banyak kendaraan yang keluar dari Jabodetabek pada tengah pekan lalu, akan kembali sama banyaknya pada tahun baru.
"Jadi, kami mendukung. Namun, pengusaha berharap pada tahun depan pemerintah lebih antisipatif sehingga larangan dikeluarkan jauh-jauh hari. Jadi, pengusaha juga bisa membuat perencanaan bisnis," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!
-
Geruduk Gedung BPK RI, Massa Tuntut Usut Dugaan Kredit Bermasalah Kalla Group, Ada Apa?
-
Full Surcharge Resmi Naik hingga 50%, Warganet Mulai Menangis Lihat Harga Tiket Pesawat
-
Kecelakaan KA Bekasi Timur, Komisi V DPR Dorong Percepatan Flyover Bulak Kapal
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno