Kapolsek Tebet Komisaris Polisi Nurdin Rahman di rumah Ahmad Rifai di RT 4, RW 10, Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan [suara.com/Erick Tanjung]
Kasus penyerangan terhadap sekelompok pemuda RT 4, RW 10, Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, dini hari tadi, diduga dilakukan secara terencana. Orang-orang yang menyerang berasal dari RT 9.
Kasus ini merenggut nyawa pemuda RT 4 bernama Ahmad Rifai (21). Lehernya luka parah setelah ditebas golok.
"Iya mungkin terencana," kata Kepolisian Sektor Tebet Komisaris Polisi Nurdin Rahman kepada Suara.com di rumah duka Ahmad Rifai, RT 4, Jalan Flamboyan, Kelurahan Menteng Dalam.
Kasus ini merenggut nyawa pemuda RT 4 bernama Ahmad Rifai (21). Lehernya luka parah setelah ditebas golok.
"Iya mungkin terencana," kata Kepolisian Sektor Tebet Komisaris Polisi Nurdin Rahman kepada Suara.com di rumah duka Ahmad Rifai, RT 4, Jalan Flamboyan, Kelurahan Menteng Dalam.
Sampai malam ini, anggota Polsek Tebet belum berhasil menangkap pelaku yang jumlahnya belasan orang. Polisi baru memeriksa sejumlah saksi.
"Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap pihak yang melakukan pengeroyokan yaitu dari kelompok pemuda RT 9. Ada tujuh nama yang telah kami kantongi untuk diperiksa, nanti kita lihat perkembangannya," ujarnya.
Selain memeriksa saksi, polisi telah menyita sejumlah senjata tajam, di antaranya golok.
"Barang bukti ada enam senjata tajam berupa golok dan pedang," katanya.
"Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap pihak yang melakukan pengeroyokan yaitu dari kelompok pemuda RT 9. Ada tujuh nama yang telah kami kantongi untuk diperiksa, nanti kita lihat perkembangannya," ujarnya.
Selain memeriksa saksi, polisi telah menyita sejumlah senjata tajam, di antaranya golok.
"Barang bukti ada enam senjata tajam berupa golok dan pedang," katanya.
Di sekitar lokasi kejadian perkara, saat ini masih dijaga aparat keamanan untuk mengantisipasi serangan balasan.
"Sekarang kami kerahkan 50 lebih pasukan untuk mengamankan lokasi," kata Kapolsek.
Ketua RT 3 Abdul Rozak merupakan salah satu saksi mata.
"Awalnya ini keributan antar geng Wall Street dari RT 4 dan geng anak-anak muda Kober dari RT 9. mereka tawuran di lapangan kuburan. Kemudian sekitar jam12.00 WIB malam saat Rifai bakar-bakar dengan teman-temannya di pos Wall Street diserang oleh geng Kober sampai korban dibacok," kata Abdul Rozak, kepada Suara.com.
Rozak menduga keributan terjadi gara-gara rebutan lahan parkir di kawasan Mall Kasablanka.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno