Suara.com - Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) diprediksi sudah masuk ke Sulawesi Selatan sejak beberapa tahun lalu. Ada 12 orang yang hilang. Mereka diduga ikut gerakan Ormas Gafatar.
"Laporan pertama itu ada warga menghlang di daerah Luwu, yang melaporkan itu Andi Besse bahwa adiknya Andi Mulyani (23) beserta suaminya Burhan Faisal dan anaknya menghilang sejak Mei 2015," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera di Makassar, Rabu (13/1/2016).
Berdasarkan pengakuan dari Besse, Burhan Faisal yang merupakan suami dari adiknya Andi Mulyani diduga menjadi Ketua Gafatar Sulawesi Tenggara dan resmi menjadi pengurus pada Tahun 2012. Bukan cuma satu keluarga di Kabupaten Luwu dengan tiga orang jiwa yang sudah dilaporkan menghilang, dibeberapa daerah lainnya sudah ada laporan orang hilang.
Di Kabupaten Jeneponto, enam orang juga dilaporkan menghilang. Masing-masing sepasang suami istri Abdul Kadri Nasir (32) dan Adriani Hafid (32). Dua anaknya pun dilaporkan hilang yakni Habibah (3) dan Berlian (6 bulan).
Bahkan pasangan suami istri (Pasutri) itu diketahui tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Pusat Statistik (BPS) Jeneponto. Sedangkan ibu dan adik Abdul Kadri juga dilaporkan hilang.
"Kita sedang menunggu data-data orang dari semua daerah dan menyelidikinya, apakah kehilangan mereka semua itu karena menjadi pengikut Gafatar atau karena sebab lainnya," kata Barung.
Sementara itu, dari Kabupaten Bantaeng, dua warga setempat juga dilaporkan menghilang bernama Isa dan Hasrini. Keduanya diduga sebagai pengurus Gafatar Bantaeng.
"Informasi dari Polres Bantaeng, sudah ada 100 formulir yang ditemukan. Sampai saat ini, anggota masih melakukan penyelidikan," tuturnya.
Sedangkan di Kabupaten Takalar, satu orang lainnta dinyatakan menghilang atas nama Andi Alwi. Berdasarkan data yang diterima Andi Alwi menjadi pengikut Gafatar atas ajakan Abdul Kadri.
Barung menambahkan, Besse saat memberikan pengakuan menyebutkan jika dirinya sempat menjadi pengikut Gafatar selama seminggu setelah diajaki adiknya.
Namun karena bertentangan dengan kata hatinya serta keyakinannya, sehingga memutuskan untuk meninggalkan Gafatar. Alasannya, karena Besse disuruh melepaskan hijabnya dan diajarkan jika salat dan puasa bukan kewajiban. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar
-
Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
-
Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan
-
4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
-
Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid
-
Review Lucky: Bertabur Bintang, Sayangnya Naskah Terlalu Dangkal Dinikmati