Suara.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar workshop bagi jurnalis. Workshop yang diselenggarakan pada Sabtu (23/1/2016) dan Minggu (24/1/2016) ini mengangkat isu keragaman gender dan seksualitas dengan tema 'Better Journalists For LGBT' (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).
Ketua AJI Indonesia Suwarjono mengatakan, tidak banyak media yang memuat isu LGBT dengan lebih berimbang dan positif dalam menggambarkan LGBT. Menurutnya, pemberitaan yang muncul di media lebih memunculkan isu orientasi seksual dengan mengedepankan unsur sensasional dan judul bombastis.
"Banyak media yang menyabotase berita yang kurang berimbang, bahkan banyak menampilkan korban (LGBT) yang dianggap mempunyai nilai berita yang tinggi dan dicap yang sangat tidak wajar, ini banyak terjadi," ujarnya di Workshop Jurnalistik 'Better Journalists For LGBT', di Jakarta, Sabtu (23/1/2016).
Beranjak dari fakta itulah AJI, lanjut Suwarjono menggelar workshop jurnalistik untuk meningkatkan pemahaman jurnalis media massa tentang keragaman gender dan seksualitas, serta memperbaiki kualitas pemberitaan.
"Ini penting (workshop jurnalistik), karena paling tidak, dari sisi media kita tidak jadi bagian yang merusak hak mereka, tapi bagaimana membuat liputan yang netral," imbuhnya.
Suwarjono menambahkan bahwa AJI Indonesia terus mengkaji media-media yang melakukan peliputan isu LGBT. Selain itu, dia juga menengaskan bahwa pihaknya prihatin dengan kelompok marjinal tersebut lantaran hak-haknya dirampas.
Untuk diketahui AJI Indonesia menggelar workshop jurnalistik yang diikuti 20 peserta, baik media cetak, elektronik dan online dari berbagai daerah di Indonesia seperti Banda Aceh, Medan, Lampung, Gorontalo, Pontianak, Bengkulu, Yogyakarta, Lampung, Semarang, Palembang, Sintang, Malang dan Jakarta.
Mereka difasilitasi mentor dari kalangan praktisi dan pemerhati isu LGBT dan AJI, untuk memperdalam usulan liputan tentang realitas kelompok LGBT di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate