Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyebutkan seorang penambang batu, Edison Simamora (45) di Kampung Ciburial tewas karena terkena dinamit.
Edi tewas saat memasang dinamit untuk meledakan batu. Dinamit meledak, Edi tewas seketika.
"Informasinya kejadian tersebut terjadi saat korban tengah memasang dinamit untuk meledakan batu di lokasi tambang, namun nahas ledakan dinamit terkena tubuhnya dan korban pun tewas seketika di lokasi kejadian yakni di Desa Padabenghar, Kecamatan Jampangtengah," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo kepada Antara di Sukabumi, Senin (25/1/2016).
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang penjaja es keliling. Dia melihat jasad korban dan langsung melapor ke warga dan petugas terdekat.
Diduga saat musibah itu terjadi korban di lokasi dan bekerja hanya sendiri. Sehingga saat dinamit meledak tidak ada warga atau siapapun yang mengetahui dan kasus ini baru diketahui sekitar pukul 12.45 WIB.
Saat ini jasad Edison sudah dibawa ke rumah duka di Kampung Babakan RT 34, RW 07, Desa Padabenghar, Kecamatan Jampangtengah. Untuk menyelidiki kasus kecelakaan kerja itu, pihak BPBD sudah mengutus dua petugasnya untuk mendata.
Namun kejadian itu bukan disebabkan oleh bencana alam. Tetapi ledakan dinamit untuk memecah batu.
"Jasad korban sudah dievakuasi namun belum dikuburkan dan informasinya saat ini masih disemayamkan di rumah duka. Dan petugas baik dari TNI, Polri maupun BPBD masih di lokasi kejadian," tambah Usman.
Sementara itu, Komandan Koramil Jampangtengah, Kapten (Arm) Jono mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dari Polsek Jampangtengah dan untuk sementara, antisipasi terjadinya kembali kecelakaan serupa anggota dari TNI dan Polri disiagakan di lokasi kejadian agar tidak ada warga yang nekat masuk. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Menhan Soal Kasus Andrie Yunus di Peradilan Militer: Bisa Lebih Berat Hukumannya
-
Berawal dari Titip Anak, Siswi SD di Jakbar Jadi Korban Pencabulan Tetangga Selama 4 Tahun
-
Bantah Gunakan Drone Serang Gereja di Intan Jaya, TNI: Itu Aksi Provokasi Pecah Belah!
-
Jutaan Situs Diblokir tapi 200 Ribu Anak Tetap Terpapar Judol, di Mana Celah Keamanan Kita?
-
Mensos Gus Ipul Ajak Dema PTKIN se-Indonesia untuk Mensukseskan Sekolah Rakyat
-
Ketua Umum PRIMA: Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Bangkitnya Indonesia Menuju Negara Kerakyatan
-
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
-
Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun
-
Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza
-
Menhan Sjafrie: Seluruh Kabupaten di Jawa Dikawal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di 2026