Suara.com - Sejauh ini, mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar, yang dipulangkan dari Kalimantan Barat ada sekitar 1.693 orang. Sebelum sampai di kampung halaman, mereka ditampung dulu di asrama haji daerah masing-masing.
Di asrama haji, mereka akan menjalani proses pemulihan ideologi dan keyakinan yang melibatkan Majelis Ulama Indonesia, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, psikolog, TNI, dan Polri.
Salah satu asrama haji yang menampung mereka adalah Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Setelah menjalani proses pemulihan ideologi dan keyakinan, kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pemerintah akan mengembalikan mereka ke sanak saudara. Apabila mereka sudah tidak punya saudara, pemerintah Jakarta berencana menyediakan rumah susun.
"Mereka akan dikasih ke saudaranya dulu. KTP kalau hilang kan kita punya data. Nasional kan juga punya data. KTP kita itu kan NIK-nya berlaku sama. Tinggal alamatnya saja," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/1/2016).
"Kalau memang mereka tidak transmigran, kalau ada rusun kita mungkin akan sediakan rusun buat mereka," Ahok menambahkan.
Ahok menjelaskan kalau jadi ditempatkan di rumah susun, para mantan anggota Gafatar tidak akan ditempatkan dalam satu kompleks. Tujuannya agar tidak ada kelompok-kelompokan lagi.
"Tapi tidak bisa kelompok. Nanti kaya film The Raid lagi satu kelompok susah," katanya.
Mantan anggota Gafatar setelah menjadi warga rumah susun tetap akan dikenakan kewajiban membayar biaya perawatan rumah yang sehari sebesar Rp5 ribu dan Rp15 ribu untuk rusun yang ada fasilitas lift.
"Anakmu dapat KJP (Kartu Jakarta Pintar), naik bus kagak bayar, sama saja kita yang nombokin kamu sebenernya tinggal di rusun," kata mantan Bupati Belitung Timur.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!